• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

3 March 2026 16:48  |

Minyak Tembus $81, Risiko Hormuz Dorong Reli Berlanjut

Harga minyak melanjutkan reli pada Selasa (3/3), didorong meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan seiring eskalasi konflik AS–Israel dengan Iran dan ancaman terhadap jalur pengiriman energi di Selat Hormuz. Pada 08:45 GMT, Brent berada di $81,89 per barel (+5,1%), sementara WTI naik ke $75,00 per barel (+5%).

Kenaikan ini menambah lonjakan besar pada sesi sebelumnya. Reuters mencatat Brent sempat menyentuh $82,37—level tertinggi sejak Januari 2025—sebelum akhirnya ditutup menguat sekitar 6,7%, sedangkan WTI sempat mencapai level tertinggi sejak Juni 2025 lalu mengakhiri hari dengan kenaikan sekitar 6,3%.

Sentimen pasar ditopang oleh meningkatnya risiko di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia. Sejumlah kapal tanker dan kontainer dilaporkan menghindari rute tersebut setelah sebagian pihak asuransi membatalkan perlindungan, di tengah peringatan dari Iran terkait keamanan pelayaran.

Di luar isu pelayaran, pasar juga memperhitungkan risiko serangan terhadap infrastruktur energi kawasan. Reuters menyoroti kekhawatiran bahwa ancaman yang lebih besar bukan hanya soal arus minyak di Hormuz, melainkan potensi Iran menargetkan fasilitas energi tambahan yang dapat memicu gangguan pasokan lebih lama.

Meski begitu, sebagian pelaku pasar menilai premi risiko geopolitik sudah mulai “masuk harga”, dengan asumsi gangguan bersifat terbatas dan bisa diserap jika tidak terjadi eskalasi lanjutan. Namun, sensitivitas tetap tinggi karena konflik dinilai belum menunjukkan sinyal de-eskalasi cepat, sehingga volatilitas harga berpotensi bertahan.

Dari sisi kebijakan, Washington memberi sinyal akan merespons lonjakan biaya energi. Menlu AS Marco Rubio mengatakan pemerintah AS akan mengambil langkah untuk memitigasi dampak kenaikan harga energi, dengan rencana yang akan diumumkan pada Selasa oleh pejabat terkait. Meski demikian, untuk pasar global, fokus utama tetap pada headline geopolitik: selama risiko Hormuz dan ancaman terhadap infrastruktur energi belum mereda, harga minyak cenderung tetap ditopang—serta berpotensi menekan aset berisiko lewat jalur inflasi dan ekspektasi suku bunga.

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai