• Thu, Jan 22, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

22 January 2026 10:58  |

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis(22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan memperbaiki sentimen pasar. Pada pukul 22:07 ET, kontrak berjangka minyak Brent naik tipis 0,1% menjadi $65,31 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,2% menjadi $60,74 per barel.

Kenaikan kecil ini datang setelah dua sesi berturut-turut di mana harga minyak terdorong oleh kekhawatiran terkait gangguan pasokan. Salah satunya adalah penghentian sementara produksi minyak dari ladang Tengiz dan Korolev di Kazakhstan, yang dikelola oleh produsen OPEC+ pada hari Minggu. Gangguan pasokan ini turut memberikan dorongan kepada harga minyak meskipun ada peningkatan stok di AS.

Trump membatalkan ancaman tarif terhadap Eropa setelah menyatakan bahwa kerangka kesepakatan dengan Denmark terkait Greenland sudah tercapai. Hal ini meredakan ketegangan antara AS dan Eropa yang sempat memunculkan kekhawatiran akan memburuknya hubungan internasional dan berdampak negatif pada pertumbuhan global dan permintaan energi.

Meskipun ketegangan geopolitik mereda, pasar minyak tetap waspada dengan perkembangan lainnya. Stok minyak mentah AS dilaporkan meningkat sebesar 3,04 juta barel pada pekan yang berakhir 16 Januari, setelah lonjakan lebih dari 5 juta barel pada pekan sebelumnya, menurut data dari American Petroleum Institute (API). Kenaikan stok ini menunjukkan adanya kelebihan pasokan di pasar.

Di sisi permintaan, harga minyak didukung oleh revisi perkiraan pertumbuhan permintaan global oleh Badan Energi Internasional (IEA), yang menaikkan proyeksi untuk tahun 2026. Namun, IEA juga memperingatkan bahwa pasar minyak masih akan mengalami surplus besar hingga 2026, yang dapat membatasi potensi lonjakan harga dalam jangka pendek. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Greenland & Tarif Trump Bikin Market Minyak Waspada

Harga minyak cenderung stabil di sesi Asia pada Senin setelah pekan lalu bergerak liar karena isu risiko pasokan Iran. Fokus ...

19 January 2026 10:48
BIAS23.com NM23 Ai