• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

19 January 2026 07:14  |

Greenland Memicu Ketegangan, Harga Minyak Terpuruk

Harga minyak sedikit melemah karena ketegangan atas Iran tampaknya mereda, sementara pasar global memasuki mode penghindaran risiko karena manuver Presiden AS Donald Trump terkait Greenland. Sentimen hati-hati menyebabkan investor mengurangi aset berisiko, termasuk minyak.

Brent turun di bawah $64 per barel, sementara WTI berkisar sekitar $59 per barel. Pergerakan tersebut tidak ekstrem, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa pasar sensitif terhadap berita utama geopolitik.

Dari perspektif Iran, tidak ada eskalasi besar akhir pekan lalu yang menyebabkan kepanikan pasar. Namun, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei mengatakan ribuan orang telah tewas dalam demonstrasi anti-pemerintah bulan ini—masih menjadi faktor risiko, tetapi belum menyebabkan gangguan pasokan yang nyata.

Sementara itu, perhatian pasar juga tertuju pada isu Greenland. Trump kembali mendorong langkah untuk "mengambil alih" Greenland dan secara singkat mengaitkannya dengan ancaman tarif pada beberapa negara Eropa. Hal ini semakin membebani sentimen pasar, terutama karena saham melemah dan emas serta perak mencapai rekor tertinggi (tanda keamanan investor).

Fundamental minyak telah sulit dalam beberapa kuartal terakhir karena kekhawatiran bahwa pasokan akan meningkat lebih cepat daripada permintaan. Beberapa pengamat—termasuk IEA—memperkirakan potensi kelebihan pasokan yang besar sekitar 3,8 juta barel per hari tahun ini, membatasi ruang untuk kenaikan harga.

Namun, tidak semuanya mudah. ​​Masih ada kantong-kantong kekurangan di pasar fisik, salah satu contohnya adalah pasokan dari Kazakhstan, yang terganggu oleh masalah di wilayah Laut Hitam. Hal ini telah memperlebar selisih harga Brent—sebuah tanda bahwa beberapa pelaku pasar masih melihat kekurangan dalam jangka pendek.

5 Poin Utama:

- Harga minyak melemah karena ketegangan atas Iran mereda dan pasar global kembali ke mode penghindaran risiko.

- Brent turun di bawah $64, WTI sekitar $59 per barel.

- Risiko Iran tetap ada, tetapi belum ada eskalasi yang menyebabkan gangguan pasokan besar.

- Masalah Greenland dan ancaman tarif terhadap Eropa semakin memperburuk sentimen pasar.

- IEA memperkirakan kelebihan pasokan sebesar 3,8 juta barel per hari, meskipun terdapat area pasokan yang ketat (misalnya, Kazakhstan/Laut Hitam). (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai