Emas Tertahan, Profit Taking Batasi Reli
Harga emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat (14/8) setelah melanjutkan koreksi dari level tertinggi lebih dari dua bulan. Emas spot berada di sekitar US$4.349,71 per troy ons, sementara kontrak berjangka turun sekitar 0,4% ke US$4.404,65. Meski terkoreksi, emas masih berada di jalur kenaikan untuk pekan kedua berturut-turut.
Tekanan utama berasal dari aksi profit taking setelah reli kuat beberapa hari terakhir. Investor mulai mengamankan keuntungan meskipun data inflasi AS pekan ini menunjukkan tekanan harga yang lebih terkendali dan mengurangi kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September.
Pasar kini memperkirakan peluang sekitar dua pertiga bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga bulan depan. CPI dan PPI Juli sama-sama menunjukkan inflasi yang lebih moderat, sementara tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja semakin memberikan ruang bagi bank sentral untuk menunggu sebelum melakukan pengetatan tambahan.
Namun, pergerakan emas masih dibayangi risiko geopolitik Timur Tengah. Kebuntuan negosiasi AS-Iran mengenai Selat Hormuz serta ancaman Washington untuk mempertahankan blokade laut terhadap Iran menjaga ketidakpastian pasokan energi tetap tinggi. Eskalasi baru dapat kembali mendorong minyak naik dan menghidupkan kekhawatiran inflasi.
Dari sisi teknikal, emas sempat menembus moving average 100 hari untuk pertama kalinya sejak April, tetapi gagal mempertahankan posisinya. Kondisi ini memicu konsolidasi setelah reli besar, meskipun permintaan investor dan pembelian bank sentral, terutama dari China, masih menjadi penopang fundamental jangka menengah.
Analisis Newsmaker: Koreksi emas saat ini masih lebih mencerminkan profit taking daripada perubahan tren fundamental. Data inflasi yang lebih lunak dan menurunnya peluang Fed hike tetap mendukung gold, tetapi posisi yang sudah cukup tinggi membuat pasar rentan konsolidasi. Area US$4.300 menjadi support penting, sementara kemampuan kembali menembus US$4.400 akan menjadi sinyal awal momentum bullish kembali menguat.(arl)
Sumber : Newsmaker.id