Harga Emas Turun Mendekati US$4.300; Aksi Ambil Untung Menekan Harga
Harga emas melemah selama dua hari berturut-turut dalam perdagangan hari Jumat (14 Agustus) karena aksi ambil untung menghentikan reli yang sebelumnya didorong oleh data inflasi AS yang lebih terkendali. Harga emas turun sekitar 0,9% hingga mendekati US$4.310 per troy ounce, melanjutkan koreksi sebesar 1,3% dari sesi sebelumnya.
Tekanan jual muncul setelah emas mencapai level tertinggi dalam 10 minggu pada hari Kamis. Meskipun data CPI dan PPI AS yang lebih rendah sebelumnya telah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, sentimen positif tersebut dinilai sudah tercermin sebagian besar dalam kenaikan harga emas sebelumnya.
Pasar uang kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September hanya sekitar sepertiga. Selanjutnya, investor akan memantau data ketenagakerjaan AS dan pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh pada simposium Jackson Hole di akhir Agustus untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter.
Meskipun probabilitas kenaikan suku bunga The Fed yang lebih rendah umumnya mendukung emas, prospek suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lama menimbulkan risiko. Imbal hasil obligasi yang menarik dapat mengurangi minat terhadap emas, karena logam mulia ini tidak menghasilkan pendapatan bunga.
Di sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Eskalasi baru dalam konflik AS-Iran dapat mendorong kenaikan harga energi dan inflasi, sementara pembelian oleh bank sentral—terutama dari Tiongkok—terus memberikan dukungan fundamental bagi emas dalam jangka menengah.
Analisis Newsmaker: Koreksi saat ini menuju level US$4.300 mencerminkan aksi ambil untung setelah reli yang kuat, bukan perubahan fundamental menuju prospek *bearish* (penurunan). Namun, momentum teknikal mulai melemah setelah harga emas kembali turun di bawah rata-rata pergerakan (*moving average*) 100 hari. Jika level US$4.300 gagal bertahan, koreksi bisa semakin dalam; sebaliknya, pergerakan kembali ke atas US$4.400 akan menandakan pemulihan momentum *bullish* (kenaikan). (asd)
Sumber: Newsmaker.id