Konsumsi AS Melemah, Dolar Makin Terpuruk
Dolar AS memperpanjang pelemahannya pada perdagangan Jumat (14/8) setelah Retail Sales Juli turun 0,6% secara bulanan, jauh lebih buruk dari perkiraan kenaikan 0,1%. Penjualan di luar kendaraan dan bensin juga turun 0,2%, sementara control group sales melemah 0,4%. Data tersebut memperkuat sinyal bahwa momentum konsumsi masyarakat AS mulai kehilangan tenaga.
Reaksi pasar terlihat jelas pada dolar. Berdasarkan pengecekan terbaru, DXY turun sekitar 0,37% ke area 99,60. Pelemahan terjadi setelah pasar sebelumnya juga menerima CPI dan PPI yang relatif lebih terkendali, sehingga rangkaian data terbaru semakin mengurangi urgensi Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Euro menjadi salah satu penerima manfaat utama dari pelemahan greenback. EUR/USD naik sekitar 0,34% ke 1,1568, sementara GBP/USD menguat sekitar 0,39% ke 1,3538. Pound juga mendapat dukungan tambahan dari data ekonomi Inggris yang relatif solid, setelah sebelumnya berada di jalur penguatan mingguan terhadap dolar.
Mata uang komoditas juga bergerak lebih tinggi. AUD/USD naik sekitar 0,33% ke 0,7083 dan NZD/USD melesat sekitar 0,68% ke 0,5890. Dolar Kanada turut menguat, tercermin dari USD/CAD yang turun sekitar 0,42% ke 1,3873. Pelemahan dolar menjadi katalis utama, sementara Aussie dan kiwi juga masih mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter domestik yang relatif ketat.
Yen Jepang dan franc Swiss ikut menguat terhadap dolar. USD/JPY turun sekitar 0,32% ke area 158,98, kembali menjauh dari level psikologis 160 yang selama ini menjadi perhatian pasar terkait potensi intervensi Jepang. USD/CHF juga turun sekitar 0,28% ke 0,8117. Yield Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,65%, sementara indeks saham berjangka AS masih bertahan dekat area tertinggi sesi.
Analisis Newsmaker: Retail Sales yang jauh lebih lemah dari ekspektasi memperkuat kombinasi sentimen negatif bagi dolar: inflasi mulai melandai, pasar tenaga kerja melemah, dan kini konsumsi juga menunjukkan kehilangan momentum. Selama data AS berikutnya tidak kembali kuat, DXY berpotensi tetap berada di bawah tekanan, sehingga EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD dan NZD/USD memiliki ruang mempertahankan penguatan. Namun, jika pelemahan konsumsi berkembang menjadi kekhawatiran perlambatan ekonomi yang lebih serius, permintaan safe haven terhadap dolar dapat kembali muncul.(arl)
Sumber : Newsmaker.id