Dolar Tertahan di 99,9, Peluang Fed Hike Menyusut
Indeks dolar AS bergerak relatif datar di sekitar level 99,9 pada perdagangan Jumat (14/08). Dolar belum menemukan arah yang kuat setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih terkendali membuat pasar kembali mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September.
Data PPI AS yang dirilis Kamis menunjukkan harga produsen tidak mengalami kenaikan secara bulanan pada Juli. Hasil tersebut memperkuat sinyal dari CPI sehari sebelumnya bahwa tekanan inflasi belum kembali mengalami percepatan yang signifikan.
Kombinasi CPI dan PPI yang relatif moderat membuat tekanan terhadap The Fed untuk segera menaikkan suku bunga semakin berkurang. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan sebesar 25 basis poin pada September sekitar 35%, turun cukup tajam dari sekitar 55% sepekan sebelumnya.
Data inflasi terbaru juga menunjukkan bahwa dampak awal lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah mulai mereda. Kondisi tersebut membantu menahan ekspektasi inflasi dan menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan dolar.
Namun, risiko belum sepenuhnya hilang. Ketidakpastian mengenai kesepakatan AS-Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz masih dapat memicu kenaikan harga minyak. Jika energi kembali melonjak, tekanan inflasi dapat meningkat dan menghidupkan kembali ekspektasi Fed hike.
Analisis Newsmaker: DXY masih berkonsolidasi di dekat level psikologis 100 karena pasar menimbang inflasi yang melandai melawan risiko geopolitik. Selama data AS tetap dovish, dolar berpotensi kesulitan menembus 100 secara konsisten. Sebaliknya, lonjakan minyak atau data ekonomi yang lebih kuat dapat kembali memberikan dukungan terhadap greenback.(asd)
Sumber: Newsmaker.id