Pound Naik, Kejutan NFP Mengintai
Pounds menguat sekitar 0,12% ke kisaran US$1,3470 pada perdagangan Rabu (5/9). Kenaikan GBP/USD terjadi saat dolar AS mencatat pelemahan dua hari berturut-turut, dipengaruhi data tenaga kerja yang lebih rendah dari perkiraan serta membaiknya sentimen risiko global.
Data ADP menunjukkan perusahaan swasta AS hanya menambah 44.000 pekerjaan pada Juli, jauh di bawah perkiraan 70.000. Angka Juni juga direvisi turun dari 98.000 menjadi 95.000. Sektor pendidikan dan kesehatan menambah 36.000 pekerjaan, sedangkan sektor rekreasi dan perhotelan kehilangan 11.000 pekerjaan.
Namun, aktivitas jasa AS masih cukup kuat. ISM Services PMI naik tipis menjadi 54,1 dari 54,0, meskipun berada di bawah perkiraan 54,5. Komponen tenaga kerja turun ke zona kontraksi di 47,4, tetapi indeks harga yang dibayar melonjak ke 70,3, menunjukkan tekanan inflasi belum sepenuhnya reda.
Dari Inggris, sektor jasa kembali berekspansi setelah mengalami kontraksi pada Juni. PMI jasa final naik menjadi 52,1 dari 48,8, didukung peningkatan pesanan baru dan optimisme bisnis. Perbaikan ekonomi Inggris ini memberi dukungan tambahan bagi pound.
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls AS hari Jumat. Konsensus memperkirakan penambahan sekitar 80.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran tetap 4,2%. Laporan resmi tersebut dijadwalkan rilis pada 7 Agustus pukul 08.30 waktu New York atau 19.30 WIB.
Analisis Newsmaker: GBP/USD masih memiliki bias menguat selama bertahan di atas 1,3440–1,3400. Penembusan level psikologis 1,3500 dapat membuka peluang menuju 1,3550–1,3600. Sebaliknya, NFP yang lebih kuat dari perkiraan dapat menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan bunga The Fed, mengangkat dolar, dan menekan GBP/USD kembali menuju 1,3400–1,3350.(arl)
Sumber: Newsmaker.id