Emas Stagnan di Atas US$4200, Tekanan Bearish Masih Mengintai
Harga emas atau XAU/USD bergerak relatif datar pada sesi Eropa Kamis (12/6) setelah sempat memangkas pelemahan intraday. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar masih berhati-hati dalam merespons ketidakpastian kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, sementara dolar AS gagal mempertahankan penguatan sebelumnya.
Dukungan terhadap emas datang dari pelemahan dolar AS yang membuat komoditas berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi pembeli luar negeri. Namun, ruang kenaikan emas masih terbatas karena pasar tetap mencermati ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang cenderung hawkish, terutama setelah data inflasi AS kembali menunjukkan tekanan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah tercapai dan dokumen final dapat segera ditandatangani, bahkan kemungkinan pada akhir pekan. Namun, optimisme tersebut cepat memudar setelah Iran menyatakan belum mengambil keputusan final. Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa beberapa isu penting, termasuk akses Selat Hormuz dan dana Iran yang dibekukan, masih belum selesai.
Ketidakpastian geopolitik semakin kuat setelah pasukan Iran dilaporkan memblokir kapal tanker yang melintas di jalur strategis tersebut tanpa koordinasi. Selain itu, laporan mengenai militer AS yang mencegat dan menembak jatuh dua drone Iran di sekitar Selat Hormuz turut menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi. Kondisi ini sempat mendorong pemulihan harga minyak dan kembali memunculkan kekhawatiran inflasi energi.
Dari sisi makroekonomi, data CPI dan PPI AS pekan ini memperlihatkan tanda percepatan inflasi. Hal tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed berpeluang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan menaikkan biaya pinjaman menjelang akhir tahun. Situasi ini menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.
Secara opini, pergerakan emas saat ini berada di antara dua kekuatan besar. Di satu sisi, risiko geopolitik Timur Tengah dan ketidakpastian Selat Hormuz masih menjaga permintaan safe haven. Namun di sisi lain, ekspektasi Fed yang lebih hawkish, kenaikan yield, dan dukungan terhadap dolar AS menjadi penghambat utama bagi kenaikan XAU/USD.
Selama belum ada kepastian final dari negosiasi AS-Iran, emas berpotensi tetap bergerak volatil dengan kecenderungan terbatas di bawah tekanan suku bunga.(yds)
Sumber: Newsmaker.id