• Tue, Jun 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 June 2026 13:31  |

Emas Lanjut Turun, Yield dan Minyak Menguat Dorong Kekhawatiran Suku Bunga

Harga emas melanjutkan pelemahan pada Senin, (08/06) karena keyakinan pasar yang yakin bahwa kebijakan moneter AS akan tetap ketat setelah keluarnya data tenaga kerja AS menguat. Emas spot turun ke US$4.308,01/oz , setelah anjlok sekitar 3% pada Jumat pekan lalu dan menyentuh level terendah sejak 24 Maret. 

Penurunan tersebut disebabkan oleh tekanan utama yang datang dari kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Yield Treasury acuan 10 tahun kembali naik setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam dua pekan. Kondisi ini membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil, menjadi kurang menarik, karena biaya peluang memegang emas meningkat saat yield naik.

Dari sisi geopolitik, ketegangan Timur Tengah kembali memanas setelah Israel menyatakan menyerang target militer di Iran. Pada saat yang sama, harga minyak naik lebih dari US$3 per barel. Kenaikan minyak memperbesar kekhawatiran inflasi, sehingga pasar menilai peluang suku bunga bertahan tinggi lebih lama semakin besar.

Data tenaga kerja AS memperkuat narasi tersebut. Pertumbuhan pekerjaan pada Mei yang solid menunjukkan pasar tenaga kerja masih kuat, sehingga bank sentral memiliki ruang lebih besar untuk memprioritaskan pengendalian inflasi. Pasar kini memasukkan peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, dengan probabilitas sekitar 72% untuk kenaikan pada Desember berdasarkan CME FedWatch.

Sinyal hawkish juga datang dari pejabat The Fed. Presiden Fed Cleveland, Beth Hammack, menilai pasar tenaga kerja mendekati kondisi seimbang dan mendekati full employment, sementara inflasi yang masih tinggi dapat memaksa The Fed bertindak. Logam mulia lain ikut melemah: perak turun 2,2% ke US$66,33, platinum turun 2,1% ke US$1.739,78, dan palladium turun 1,5% ke US$1.207,50. (asd)*

5 poin inti: 

- Emas spot turun ke US$4.308,01/oz, setelah jatuh sekitar 3% pada Jumat.

- Yield Treasury AS naik, menekan emas karena biaya peluang aset non-yielding meningkat.

- Minyak melonjak (lebih dari US$3/barel) sehingga kekhawatiran inflasi kembali menguat.

- NFP AS kuat membuat pasar semakin yakin The Fed bisa tetap ketat atau bahkan naikkan suku bunga.

- Pasar mem-price-in peluang 72% untuk kenaikan suku bunga pada Desember (CME FedWatch).

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai