Nikkei Melonjak 3,29%, Saham Chip Jepang Pimpin Penguatan
Bursa saham Jepang ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa (21/07), didorong kenaikan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 naik 3,29% pada penutupan perdagangan di Tokyo.
Penguatan terbesar datang dari saham Kioxia Holdings yang melonjak 17,18% atau 8.950 poin ke level 61.060. Saham Ibiden juga menguat 11,03% ke 17.415, sementara Socionext naik 9,11% ke 2.472,50 pada akhir perdagangan.
Meski pasar menguat, beberapa saham masih mencatat tekanan. Nintendo turun 4,13% ke 6.993, Kikkoman melemah 2,49% ke 1.625,50, dan CyberAgent turun 2,36% ke 1.448,50.
Secara keseluruhan, saham yang menguat jauh lebih banyak dibandingkan yang melemah di Bursa Tokyo. Sebanyak 2.746 saham naik, 805 saham turun, dan 215 saham tidak berubah. Namun, indeks Nikkei Volatility naik 14,22% ke 36,86, menunjukkan bahwa kewaspadaan investor terhadap pergerakan pasar masih cukup tinggi.
Dari sisi komoditas, minyak WTI turun tipis ke US$82,42 per barel, sementara Brent melemah ke US$88,82 per barel. Kontrak emas berjangka justru naik 1,65% ke US$4.082,17 per troy ounce. Di pasar valuta, USD/JPY bergerak tipis ke 162,54, sedangkan EUR/JPY naik ke 185,71.
Dari sisi dampak market, lonjakan Nikkei menunjukkan sentimen risiko di pasar Jepang mulai membaik, terutama pada saham chip dan teknologi. Namun, kenaikan volatilitas menandakan reli belum sepenuhnya aman. Jika yen tetap lemah, saham eksportir Jepang bisa mendapat dukungan, tetapi investor tetap perlu mencermati harga minyak, emas, dan arah dolar AS karena faktor global masih berpotensi memicu pergerakan tajam. (asd)
Sumber: Newsmaker.id