Emas Rebound Usai Harapan Kesepakatan AS-Iran
Harga emas dunia melanjutkan penguatannya pada perdagangan Jumat setelah pelaku pasar mencermati perkembangan terbaru terkait potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Emas spot (XAU/USD) diperdagangkan di kisaran US$4.583 per ounce, rebound dari level terendah dua bulan di US$4.366 yang sempat disentuh sehari sebelumnya.
Perbaikan sentimen pasar terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa blokade angkatan laut akan dicabut dan menegaskan dirinya akan menggelar pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih untuk mengambil keputusan akhir terkait Iran. Sebelumnya, laporan Axios menyebut AS dan Iran telah mencapai nota kesepahaman (MoU) selama 60 hari yang mencakup perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, media Iran Tasnim menyatakan kesepakatan tersebut masih belum final dan belum dikonfirmasi secara resmi.
Di tengah perkembangan tersebut, harga minyak mentah melemah dengan West Texas Intermediate (WTI) bergerak di sekitar US$85 per barel dan menuju penurunan bulanan pertama dalam lima bulan terakhir. Meski begitu, level harga minyak masih relatif tinggi dibanding sebelum konflik berlangsung sehingga kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global tetap menjadi perhatian utama pasar.
Dari sisi kebijakan moneter, pejabat Federal Reserve masih mempertahankan nada hawkish. Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid menyebut bank sentral AS kemungkinan perlu mempertimbangkan kebijakan yang lebih ketat demi memastikan inflasi kembali turun menuju target 2%. Sementara itu, Presiden Fed Philadelphia Anna Paulson menilai inflasi masih terlalu tinggi dan suku bunga saat ini sebaiknya dipertahankan sambil menunggu perkembangan data ekonomi berikutnya.
Tekanan dari ekspektasi suku bunga tinggi tersebut diperkirakan dapat membatasi kenaikan emas dalam jangka pendek. Data inflasi AS terbaru yang tercermin dalam Personal Consumption Expenditure (PCE) juga memperkuat pandangan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama. Pelaku pasar kini menantikan komentar lanjutan dari pejabat The Fed serta perkembangan negosiasi AS-Iran sebagai penentu arah pergerakan emas selanjutnya.(gn)
Sumber: Newsmaker.id