Emas Menguat Meski Ketegangan Hormuz, Pasar Fokus Prospek Damai
Harga emas menguat pada Jumat (8/5) dan menembus diatas $4.720 per ons, mencapai level tertinggi sejak 22 April serta berada di jalur kenaikan mingguan lebih dari 2%. Penguatan ini terjadi ketika pasar menilai optimisme terhadap potensi kesepakatan damai AS-Iran dapat meredakan kekhawatiran bahwa inflasi akan bertahan tinggi dan memaksa suku bunga tetap ketat lebih lama.
Sentimen juga dipengaruhi perkembangan geopolitik meski terjadi baku tembak terbaru antara AS dan Iran, yang menjadi ujian paling signifikan terhadap gencatan senjata yang telah berjalan sekitar sebulan. Iran menyatakan situasi telah stabil, sementara Presiden AS Donald Trump menegaskan gencatan senjata masih “berlaku”, membantu pasar menahan eskalasi risiko yang lebih luas.
Di sisi data, investor mencermati laporan ketenagakerjaan AS terbaru yang menunjukkan ekonomi menambah 115.000 pekerjaan bulan lalu, melampaui perkiraan 62.000 dan mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja masih relatif kuat. Kombinasi sinyal geopolitik yang cenderung mereda dan data tenaga kerja yang tidak melemah tajam membuat pasar menilai jalur suku bunga tetap bergantung pada konfirmasi lanjutan dari inflasi dan aktivitas.
Namun, konteks pergerakan emas sejak konflik pecah pada akhir Februari menunjukkan pasar masih sensitif pada kanal energi-inflasi. Emas dilaporkan turun lebih dari 10% sejak perang dimulai, tertekan oleh lonjakan harga minyak yang mengangkat kekhawatiran inflasi dan mengaburkan prospek suku bunga. Ke depan, pelaku pasar akan memantau stabilitas gencatan senjata, dinamika harga energi, serta rilis data inflasi dan sinyal kebijakan bank sentral sebagai variabel kunci bagi arah emas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id