• Thu, May 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

7 May 2026 17:49  |

AS-Iran Dekati Kesepakatan Sementara

Iran dilaporkan sedang meninjau proposal baru dari Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari dua bulan. Presiden AS Donald Trump menyatakan peluang kesepakatan masih terbuka dan menyebut perang dapat berakhir cepat apabila Teheran menerima poin-poin yang telah diajukan Washington.

Proposal tersebut disebut berbentuk memorandum singkat dan lebih mengarah pada kesepakatan sementara, bukan perjanjian damai menyeluruh. Reuters melaporkan rancangan itu berfokus pada tiga tahap utama, yakni penghentian konflik, penyelesaian krisis Selat Hormuz, dan pembukaan jendela negosiasi selama 30 hari untuk membahas kesepakatan yang lebih luas.

Selat Hormuz menjadi titik paling krusial dalam pembicaraan ini. Jika Iran menerima proposal tersebut, jalur pelayaran penting itu berpotensi dibuka kembali secara bertahap, sementara blokade AS terhadap kapal dan pelabuhan Iran dapat dilonggarkan. Namun, isu besar seperti program nuklir Iran, cadangan uranium yang diperkaya, serta tuntutan keamanan jangka panjang masih menjadi ganjalan utama.

Trump sebelumnya memperingatkan bahwa serangan militer dapat kembali dilakukan dengan intensitas lebih besar jika Iran menolak proposal tersebut. Namun di saat yang sama, ia juga menegaskan bahwa kampanye militer AS dapat dihentikan apabila Iran menyetujui kerangka yang telah dibahas. Pernyataan ini membuat pasar membaca Washington sedang menekan Teheran agar segera memberi respons.

Dari sisi pasar, kabar peluang damai AS-Iran langsung memperkuat sentimen risiko global. Harga minyak turun tajam karena kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Teluk mulai mereda, sementara saham Asia ikut menguat. Jika kesepakatan benar-benar tercapai, tekanan inflasi energi berpotensi turun dan ekspektasi kebijakan moneter global bisa ikut berubah.

Meski begitu, pelaku pasar tetap perlu berhati-hati karena belum ada kesepakatan final. Iran masih menunjukkan sikap skeptis terhadap beberapa poin proposal AS, sementara perbedaan pandangan soal nuklir dan kontrol atas Selat Hormuz belum sepenuhnya selesai. Artinya, setiap pernyataan dari Washington maupun Teheran masih berpotensi memicu volatilitas besar pada minyak, emas, dolar AS, dan pasar saham global.(CP)

 

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai