• Fri, Mar 20, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 March 2026 08:37  |

Emas Naik Tipis saat Dip-Buyers Masuk usai Penurunan Beruntun Enam Hari

Harga emas memulihkan sebagian kerugian setelah anjlok hampir 4% pada Rabu (19/3), dengan aksi beli saat turun (dip-buying) membantu logam mulia bertahan di tengah lonjakan harga minyak dan meningkatnya risiko inflasi akibat perang di Timur Tengah.

Bullion sempat naik hingga sekitar 0,7%, membalik sebagian pelemahan setelah enam sesi penurunan beruntun—rentetan terpanjang sejak akhir 2024. Pada rapat terakhir, Federal Reserve menahan suku bunga dan hanya memproyeksikan satu kali pemangkasan tahun ini. Ketua Fed Jerome Powell menegaskan pemangkasan baru akan dipertimbangkan jika ada kemajuan nyata dalam penurunan inflasi, sementara pejabat Fed menyebut konflik membuat prospek ekonomi AS menjadi “tidak pasti.”

Di pasar energi, minyak kembali naik pada Kamis setelah Iran dan Israel saling melancarkan serangan yang menyasar fasilitas energi penting di Teluk Persia. Perang yang memasuki pekan ketiga membuat harga minyak dan gas melonjak, meningkatkan risiko inflasi dan mengurangi peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed maupun bank sentral lain. Kondisi ini menjadi hambatan bagi emas, karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Penguatan dolar juga cenderung menekan komoditas berdenominasi USD.

Nicholas Frappell, global head of institutional markets di ABC Refinery, menilai penguatan dolar dan tekanan pengetatan kebijakan di negara maju membuat jalur emas dalam jangka dekat lebih tidak pasti. Namun, ia menambahkan jika inflasi naik lebih cepat dibanding suku bunga kebijakan, penurunan suku bunga riil dapat kembali mendukung emas dalam jangka menengah.

Meski demikian, emas masih naik sekitar 12% sepanjang tahun ini, namun momentum kenaikan melemah dalam beberapa pekan terakhir karena harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat memudar dan sebagian investor menjual emas untuk memenuhi margin call di aset lain. Emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas $5.595 per ons pada akhir Januari. Sejak perang dimulai pada 28 Februari hingga penutupan Rabu, emas turun hampir 9%.

Selepas rapat Fed, Powell juga membuat pernyataan langka soal masa depannya di bank sentral AS di tengah investigasi Departemen Kehakiman (DOJ). Ia menyatakan tidak berniat mundur sebagai gubernur sebelum penyelidikan selesai. Jika pengganti belum dikonfirmasi sebelum masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada Mei, Powell mengatakan ia akan menjabat sebagai chair pro tempore (ketua sementara). Isu investigasi tersebut memicu kekhawatiran intervensi politik terhadap The Fed, menggerus kepercayaan terhadap aset AS, dan pada sisi tertentu ikut menopang emas.

Pada update terakhir di Asia, emas spot menguat tipis, perak naik terbatas, platinum relatif stabil, sementara palladium naik. Indeks dolar Bloomberg melemah tipis setelah menguat pada sesi sebelumnya.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai