Dolar Berhasil Bertahan Setelah Sebelumnya Menguat
Indeks dolar bertahan di sekitar 98,5 pada Selasa (05/05) setelah menguat pada sesi sebelumnya, ditopang oleh permintaan aset aman menyusul eskalasi kekerasan di Timur Tengah yang mengancam menggagalkan gencatan senjata empat pekan antara AS dan Iran.
Perkembangan terbaru mencakup pasukan AS yang menahan serangan Iran saat mengawal dua kapal berbendera AS melintasi Selat Hormuz, sementara Uni Emirat Arab melaporkan berhasil mencegat rudal jelajah yang diluncurkan Iran. Otoritas UEA juga mengaitkan kebakaran besar di pelabuhan Fujairah dengan serangan drone.
Kenaikan dolar berlangsung seiring menguatnya harga minyak dan naiknya imbal hasil Treasury, sejalan dengan meningkatnya kekhawatiran bahwa lonjakan energi dapat menambah tekanan inflasi dan pada akhirnya mendorong ekspektasi kebijakan The Fed lebih ketat. Kanal transmisi ini biasanya bekerja lewat kenaikan harga minyak yang memperkuat risiko inflasi, mengangkat yield, lalu menopang dolar melalui diferensial imbal hasil dan arus safe haven.
Pelaku pasar kini menunggu pidato pejabat The Fed serta rilis data ekonomi utama, termasuk laporan ketenagakerjaan bulanan. Konsensus memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 60 ribu pekerjaan pada April, melambat tajam dari kenaikan 178 ribu pada Maret—angka yang berpotensi mempengaruhi penilaian pasar terhadap keseimbangan antara risiko inflasi dan perlambatan pertumbuhan. (asd)
Sumber: Newsmaker.id