Aussie Menguat dan Tunggu RBA
Dolar Australia masih bergerak kuat menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia atau RBA pada Selasa. Meski sempat tertahan di bawah level US$0,72, aussie tetap berada dekat level tertinggi empat tahun karena pasar memperkirakan bank sentral Australia akan kembali menaikkan suku bunga.
Pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 85% bahwa RBA akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Jika benar terjadi, suku bunga acuan Australia akan naik dari 4,1% menjadi 4,35%, kembali ke level tertinggi pascapandemi saat inflasi sebelumnya berada di atas 7%.
Namun, fokus pasar bukan hanya pada keputusan suku bunga, tetapi juga pada komposisi suara dan nada pernyataan RBA. Jika keputusan kembali menunjukkan perbedaan pandangan seperti pada pertemuan Maret, pelaku pasar bisa menilai bahwa peluang kenaikan suku bunga tambahan mulai terbatas.
Dolar Australia sendiri menjadi salah satu mata uang G10 dengan kinerja terbaik tahun ini. Dukungan utama datang dari ekspektasi kenaikan suku bunga, tetapi ruang penguatan lebih lanjut bisa tertahan jika RBA mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi.
Risiko dari konflik Timur Tengah yang berkepanjangan juga menjadi perhatian. Jika ketegangan geopolitik terus menekan prospek pertumbuhan global, RBA berpotensi lebih berhati-hati dalam melanjutkan siklus pengetatan kebijakan setelah keputusan hari ini.
Meski begitu, aussie masih berpeluang mendapat dukungan baru jika RBA memberikan sinyal hawkish. Pasar saat ini telah memperhitungkan dua kali kenaikan suku bunga tambahan, termasuk keputusan hari ini, serta melihat peluang lebih dari 50% untuk kenaikan ketiga sebelum akhir tahun.
5 Inti Poin
- Dolar Australia bertahan dekat level tertinggi empat tahun meski berada di bawah US$0,72.
- Pasar memperkirakan RBA menaikkan suku bunga 25 bps dengan peluang sekitar 85%.
- Suku bunga Australia berpotensi kembali ke 4,35%, level tertinggi pascapandemi.
- Nada pernyataan RBA sangat penting untuk membaca peluang kenaikan suku bunga berikutnya.
- Risiko konflik Timur Tengah dapat membatasi penguatan aussie jika menekan prospek pertumbuhan global.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id