Emas Stabil usai Turun Enam Hari, The Fed Peringatkan Risiko Inflasi
Harga emas cenderung stabil setelah anjlok hampir 4% pada sesi sebelumnya, ketika Federal Reserve memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah dan lonjakan harga energi dapat memicu inflasi. Bullion bertahan di sekitar $4.835 per ons pada perdagangan awal, setelah mencatat penurunan enam hari beruntun—rentetan terpanjang sejak akhir 2024.
The Fed menahan suku bunga pada rapat Rabu dan masih memproyeksikan satu kali pemangkasan tahun ini. Namun Ketua Fed Jerome Powell menegaskan pemangkasan hanya akan terjadi jika ada kemajuan nyata dalam menurunkan inflasi. Dalam pernyataan resminya, para pejabat Fed menyebut perkembangan konflik membuat prospek ekonomi AS menjadi “tidak pasti.”
Di pasar energi, harga minyak kembali naik setelah Iran dan Israel saling melancarkan serangan yang menyasar fasilitas energi penting di wilayah Teluk Persia. Perang yang memasuki pekan ketiga mendorong risiko inflasi energi meningkat, sehingga peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed maupun bank sentral lain menjadi lebih kecil. Kondisi ini menjadi hambatan bagi emas, karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Meski tertekan dalam beberapa pekan terakhir, emas masih naik sekitar 12% sepanjang tahun ini. Namun momentum kenaikan melemah karena harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat memudar dan sebagian investor melepas emas untuk memenuhi kebutuhan margin call di bagian portofolio lain. Emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di atas $5.595 per ons pada akhir Januari.
Powell juga menyampaikan komentar langka terkait masa depannya di The Fed di tengah investigasi Departemen Kehakiman (DOJ). Ia mengatakan tidak berniat mundur sebagai gubernur sampai penyelidikan selesai. Jika pengganti belum dikonfirmasi sebelum masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada Mei, Powell mengatakan ia siap menjabat sebagai chair pro tempore (ketua sementara). Isu investigasi ini memunculkan kekhawatiran intervensi politik terhadap The Fed, menggerus kepercayaan pada aset AS, dan pada sisi tertentu turut menopang emas.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id