Emas Bergerak Sempit, FOMC dan Bank Sentral Global Siap Picu Volatilitas
Harga emas (XAU/USD) masih bergerak sideways di sekitar level psikologis US$5.000 menjelang sesi Eropa pada Rabu, ketika pelaku pasar menahan posisi menjelang keputusan FOMC. The Fed diperkirakan menahan suku bunga, sehingga perhatian pasar akan tertuju pada pernyataan kebijakan, proyeksi ekonomi terbaru, termasuk dot plot, dan komentar Ketua The Fed Jerome Powell yang berpotensi memberi arah baru bagi dolar dan emas.
Dukungan safe haven untuk emas tetap ada karena perang Iran tidak menunjukkan tanda mereda. Serangan AS-Israel dan penutupan efektif Selat Hormuz mengganggu perdagangan energi dan menjaga risiko inflasi tetap tinggi. Situasi ini membuat pasar memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga pada 2026, dengan pricing bergeser dari beberapa pemotongan menjadi kemungkinan hanya satu pemotongan pada Desember. Repricing suku bunga ini membantu dolar menghentikan pelemahan dua hari terakhir dan menjadi faktor utama yang menahan kenaikan emas karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Meski begitu, ketidakpastian geopolitik membatasi ruang penurunan emas. Iran mengonfirmasi pejabat keamanan teratas Ali Larijani dan kepala pasukan Basij Gholamreza Soleimani tewas dalam serangan Israel, sementara militer AS melaporkan menargetkan lokasi di sepanjang pantai Iran dekat Hormuz. Pernyataan dari pihak Iran juga menegaskan respons akan “tegas”, menjaga risiko eskalasi tetap tinggi dan mempertahankan permintaan lindung nilai.
Ke depan, pergerakan emas sangat bergantung pada arah dolar dan yield pasca-FOMC. Selain The Fed, pasar juga menunggu pembaruan kebijakan dari ECB, BoJ, dan BoE di akhir pekan yang dapat menambah volatilitas lintas aset. Dalam kondisi ini, emas cenderung tetap “terkunci” sampai pasar mendapat kepastian: apakah inflasi energi memaksa suku bunga lebih ketat lebih lama, atau bank sentral tetap melihat shock energi sebagai faktor sementara.
Yang perlu dipantau pelaku pasar:
Dot plot dan nada Powell: hawkish cenderung menopang USD dan menahan emas.
Harga minyak dan headline Hormuz: penentu risiko inflasi energi.
Yield Treasury AS: turun mendukung emas, naik menahan emas.
Hasil rapat ECB/BoJ/BoE: bisa mengubah sentimen risiko dan pergerakan dolar.(CP)
Sumber: Newsmaker.id