BOJ Tahan Bunga, Yen Menanti Arah!
Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuannya di level 1,0% pada pertemuan Juli 2026. Keputusan ini sesuai perkiraan pasar dan membuat biaya pinjaman tetap berada di level tertinggi sejak September 1995.
Keputusan tersebut disetujui melalui pemungutan suara 8 banding 1. Salah satu anggota dewan, Hajime Takata, memilih berbeda dan mengusulkan kenaikan suku bunga menjadi 1,25% karena menilai tekanan inflasi masih perlu diwaspadai.
BOJ menilai risiko terhadap pertumbuhan ekonomi Jepang saat ini relatif seimbang. Namun, bank sentral akan terus memantau perubahan nilai tukar yen serta perkembangan permintaan global terhadap sektor kecerdasan buatan karena keduanya dapat memengaruhi ekonomi dan inflasi.
Dalam proyeksi terbarunya, BOJ menurunkan perkiraan inflasi inti tahun fiskal 2026 menjadi 2,5% dari sebelumnya 2,8%. Penurunan ini mencerminkan dampak kenaikan harga minyak yang mulai berkurang, sementara proyeksi pertumbuhan ekonomi dinaikkan tipis menjadi 0,6%.
Untuk tahun fiskal 2027, BOJ menaikkan perkiraan inflasi inti menjadi 2,4%, tetapi menurunkan proyeksi pertumbuhan menjadi 0,8%. Keputusan ini menunjukkan BOJ belum terburu-buru menaikkan bunga lagi, tetapi peluang pengetatan tetap terbuka jika inflasi dan pelemahan yen kembali meningkat.(asd)
Source: Newsmaker.id