Bailey: BoE Bisa “Tahan” Inflasi di Atas Target, Tapi Ada Syaratnya
Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan bank sentral dapat mentoleransi inflasi yang sementara berada di atas target untuk memberi dukungan pada ekonomi, selama tidak muncul efek putaran kedua yang memperkuat tekanan harga. Bailey menyampaikan pandangan itu dalam pidato di konferensi ekonomi Reykjavik 2026 pada Jumat (29/5).
Bailey menilai kondisi ekonomi riil yang melemah serta ketidakpastian terkait skala dan durasi guncangan membuat pendekatan “toleransi sementara” menjadi cara yang masuk akal untuk menyeimbangkan trade-off kebijakan. Namun ia menegaskan toleransi tersebut akan berkurang jika ada tanda-tanda efek putaran kedua—seperti tekanan upah atau penetapan harga yang lebih persisten—mulai terbentuk.
Ia juga menyoroti tantangan bagi kebijakan moneter karena efek putaran kedua cenderung muncul lebih lambat dibanding dampak langsung dan tidak langsung. Ini membuat penilaian kebijakan menjadi sulit: bank sentral harus memutuskan apakah tekanan harga akan mereda sendiri atau justru menetap dan membutuhkan respons.
Bailey mengatakan keputusan BoE untuk menahan suku bunga kebijakan (Bank Rate) di 3,75% pada pertemuan terakhir merupakan pilihan aktif, bukan sekadar “menunggu”. Ia menambahkan, setelah “pemangkasan yang sebelumnya diperkirakan pasar” kini dikesampingkan sementara, kebijakan BoE pada dasarnya sudah lebih ketat dari yang diperkirakan dan dampaknya sudah mulai terasa pada ekonomi.
Meski membuka ruang toleransi inflasi di atas target, Bailey juga memperingatkan risiko tekanan harga yang berkepanjangan. Menurutnya, jika efek tidak langsung berlangsung terlalu lama, inflasi bisa bertahan di atas target terlalu lama kecuali kebijakan moneter merespons, sehingga BoE tetap siap menyesuaikan arah bila situasi berkembang tidak sesuai harapan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id