Kashkari: Terlalu Dini Naikkan Suku Bunga, Tapi Semua Opsi Terbuka
Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan suku bunga perlu dinaikkan, namun menekankan The Fed harus tetap membuka semua opsi kebijakan. Berbicara pada Jumat (29/5) di sebuah acara di Korea University, Seoul, Kashkari menyatakan ia belum melihat urgensi untuk segera menaikkan suku bunga dan memilih menunggu data serta perkembangan konflik di Timur Tengah sebelum membuat penyesuaian.
The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan April. Kashkari mendukung keputusan itu, tetapi termasuk tiga pembuat kebijakan yang berbeda pendapat terhadap redaksi pernyataan yang memberi sinyal langkah berikutnya kemungkinan pemangkasan. Ia dan dua koleganya mendorong bahasa yang lebih netral agar pasar memahami bahwa kenaikan suku bunga sama mungkin terjadi jika inflasi kembali menguat.
Kashkari, sejalan dengan sejumlah pejabat The Fed lainnya, menilai perang Iran meningkatkan ketidakpastian terhadap prospek ekonomi AS. Ia juga menyoroti risiko inflasi yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir sejak perang pecah dan harga energi naik, memperpanjang tekanan biaya hidup yang sudah tinggi selama beberapa tahun.
Pada Jumat, Kashkari kembali menekankan bahwa dalam skenario terbaik maupun terburuk, inflasi bisa berjalan lebih tinggi untuk periode yang lebih lama dari perkiraan. Ia mengatakan memberi perhatian pada risiko tersebut, termasuk kemungkinan ekspektasi inflasi “lepas jangkar”, yang akan membuat tugas bank sentral untuk menstabilkan harga menjadi lebih sulit.
Bagi pasar, pesan Kashkari memperkuat tema besar pekan ini: The Fed belum mengunci arah, tetapi biasnya semakin “data-dependent” dengan bobot tinggi pada inflasi energi dan ekspektasi inflasi. Itu berarti setiap kejutan pada data inflasi dan perkembangan geopolitik dapat cepat menggeser pricing suku bunga, yield, dolar, dan aset sensitif suku bunga. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id