• Thu, Jun 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

28 May 2026 21:28  |

Williams The Fed : Energi Naik Dorong Inflasi, Dampaknya Dinilai Singkat

Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menegaskan pada Kamis (28/5) bahwa arah kebijakan moneter akan ditentukan oleh data, prospek, dan risiko. Ia menilai ekonomi AS masih solid dan pasar tenaga kerja secara fundamental tetap sehat, meski perang di Timur Tengah mulai menekan belanja konsumen melalui kenaikan biaya energi.

Williams mengatakan sebagian kenaikan produktivitas AS sudah terjadi sebelum lonjakan minat pada AI, dan “dynamism” ekonomi AS menjadi pendorong utama produktivitas. Namun ia juga menekankan AI berpotensi memberi dampak yang bertahan terhadap produktivitas ke depan, faktor yang bisa memengaruhi kapasitas ekonomi dan jalur inflasi dalam jangka menengah.

Terkait inflasi, Williams menyebut perang di Timur Tengah mendorong inflasi, tetapi lonjakan energi diperkirakan berdampak singkat dan tekanan inflasi akibatnya kemungkinan memuncak dalam beberapa bulan ke depan. Ia menambahkan dampak tarif juga diperkirakan mencapai puncak dalam beberapa bulan, sementara dalam waktu dekat inflasi berada di sekitar 4% dan inflasi inti sekitar 3%.

Williams menekankan pentingnya menjaga ekspektasi inflasi tetap tertambat. Ia melihat ekspektasi inflasi jangka pendek masih tinggi, namun ekspektasi jangka panjang tetap stabil. Meski begitu, ia mengingatkan gangguan rantai pasok menjadi perhatian dan sudah terjadi akibat perang.

Soal kebijakan suku bunga, Williams menyatakan inflasi yang terus-menerus tinggi akan menuntut suku bunga lebih tinggi, tetapi ia menegaskan kondisi saat ini belum mengarah ke skenario itu. Bagi pasar, pesan utamanya adalah The Fed tetap membuka opsi—tetapi akan bergerak mengikuti bukti dari data inflasi, energi, tarif, dan dampak perang terhadap konsumsi serta rantai pasok. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai