Gold Tahan Momentum, Pasar Bidik Breakout Baru
Harga emas mempertahankan penguatan pada sesi Eropa Senin (17/8). Berdasarkan harga terbaru, XAU/USD bergerak di sekitar US$4.396 per troy ons, setelah hari ini sempat menyentuh sekitar US$4.416. Emas masih melanjutkan momentum positif setelah mencatat kenaikan selama dua pekan terakhir.
Penguatan emas terutama ditopang pelemahan dolar AS setelah Retail Sales dan Consumer Sentiment AS menunjukkan kondisi konsumen yang melemah. Dollar Index turun ke sekitar 99,30, sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Serangkaian data ekonomi AS yang lebih lunak juga membuat pasar semakin mengurangi taruhan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Peluang Fed hike pada September kini berada di sekitar 31%, jauh lebih rendah dibanding sekitar 51% sebulan sebelumnya. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah menjadi sentimen positif bagi emas karena mengurangi opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil.
Meski demikian, kenaikan gold masih menghadapi hambatan dari risiko inflasi energi. Ketegangan AS-Iran dan ketidakpastian mengenai Selat Hormuz masih menjaga risiko terhadap pasokan minyak. Kondisi tersebut berpotensi kembali mendorong inflasi apabila harga energi melonjak dan dapat membuat The Fed mempertahankan opsi kenaikan suku bunga di kemudian hari.
Dari sisi pasar obligasi, yield Treasury AS tenor 10 tahun masih berada di sekitar 4,69%, sehingga menjadi salah satu faktor yang membatasi kenaikan emas. Fokus investor berikutnya tertuju pada risalah pertemuan The Fed Juli yang akan dirilis Rabu, untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter setelah data ekonomi AS terbaru melemah.
Analisis Newsmaker: Area US$4.400 kembali menjadi level krusial bagi pergerakan emas di sesi Eropa. Jika XAU/USD mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, peluang menguji US$4.416 hingga US$4.450 kembali terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum di atas US$4.400 dapat membawa emas kembali berkonsolidasi menuju US$4.370–US$4.350 sebelum mendapatkan katalis berikutnya. (arl)
Sumber : Newsmaker.id