• Wed, Aug 5, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

5 August 2026 10:01  |

AS Klaim Hormuz Terbuka, Minyak Mulai Stabil

Militer Amerika Serikat menyatakan jalur selatan Selat Hormuz tetap bebas dan terbuka bagi kapal komersial. Jalur tersebut berada di wilayah Oman dan berbeda dengan rute utara yang lebih dekat ke Iran. Pernyataan ini belum berarti seluruh aktivitas pelayaran di Hormuz telah kembali normal, tetapi memberi sinyal bahwa sebagian kapal masih dapat melintas dengan pengamanan tertentu.

Komando Pusat AS atau CENTCOM mengklaim telah membantu lebih dari 1.000 kapal melewati jalur tersebut selama konflik berlangsung. Namun, perusahaan pelayaran dan asuransi masih membutuhkan kepastian keamanan lebih luas karena ancaman serangan, ranjau laut, dan pembatasan dari Iran belum sepenuhnya berakhir.

Harapan normalisasi semakin kuat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kesepakatan dengan Iran dapat tercapai dalam waktu dekat. Pembicaraan disebut berlangsung antara Iran dan Oman, dengan mediasi Pakistan serta keterlibatan tidak langsung dari Washington. Meski demikian, belum ada dokumen final yang diumumkan secara resmi.

Harga minyak mulai stabil setelah jatuh tajam selama dua sesi. Pada perdagangan Rabu pagi, Brent naik tipis ke sekitar US$79,62 per barel, sedangkan WTI bergerak di sekitar US$75,90. Sehari sebelumnya, Brent anjlok lebih dari 5% dan ditutup di bawah US$80 karena pasar memperhitungkan peluang pulihnya arus energi melalui Hormuz.

Namun, volume pelayaran masih jauh dari kondisi sebelum konflik. Selat Hormuz biasanya menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, sehingga normalisasi penuh membutuhkan kesepakatan politik, pembersihan ranjau, serta jaminan keamanan bagi kapal dan awaknya.

Analisis Newsmaker: Pernyataan AS memberi tekanan bearish bagi minyak, tetapi pasar mulai berhati-hati karena jalur yang dinyatakan terbuka baru berada di sisi Oman dan kesepakatan dengan Iran belum final. Brent berpotensi turun kembali menuju US$78–US$77 jika perjanjian diumumkan. Sebaliknya, kegagalan negosiasi atau serangan baru terhadap kapal dapat mengangkat Brent kembali ke atas US$80–US$82. Bagi emas, meredanya risiko Hormuz dapat mengurangi permintaan aset aman, tetapi penurunan minyak juga menekan inflasi dan ekspektasi kenaikan bunga sehingga membatasi pelemahannya.(gn)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai