Employment Cost Index Bertahan 0,9%, Ancaman Inflasi Belum Hilang
Employment Cost Index Amerika Serikat tumbuh 0,9% secara kuartalan, lebih tinggi dibandingkan perkiraan pasar sebesar 0,8%. Angka tersebut juga tidak berubah dari pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 0,9%, menunjukkan bahwa tekanan biaya tenaga kerja belum mengalami perlambatan seperti yang diharapkan pasar.
ECI mengukur perubahan total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk tenaga kerja, termasuk upah, gaji, dan tunjangan. Pada kuartal sebelumnya, biaya kompensasi pekerja juga meningkat 0,9%, dengan kenaikan upah sebesar 0,8% dan biaya tunjangan sebesar 1,2%.
Hasil yang lebih tinggi dari perkiraan menjadi sinyal bahwa tekanan inflasi dari sektor tenaga kerja masih bertahan. Ketika biaya membayar pekerja tetap tinggi, perusahaan dapat mempertahankan atau menaikkan harga barang dan jasa untuk menjaga margin keuntungan, terutama pada sektor jasa yang sangat bergantung pada tenaga kerja.
Menurut analisis Newsmaker, data tersebut memperkuat alasan The Fed untuk tidak terburu-buru melonggarkan kebijakan. Namun, kejutan hanya sebesar 0,1 poin persentase dan hasilnya sama dengan periode sebelumnya, sehingga reaksi pasar dapat terbatas apabila tidak disertai kenaikan pada komponen upah atau inflasi tahunan.
Dampak terhadap Market :
Inflasi: Cenderung negatif karena tekanan biaya tenaga kerja belum melandai. Risiko inflasi jasa bertahan tinggi menjadi lebih besar.
Dolar AS: Berpotensi menguat karena pasar dapat memperkirakan suku bunga akan dipertahankan tinggi lebih lama.
Yield obligasi AS: Berpeluang naik akibat meningkatnya ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish.
Emas: Berisiko tertekan karena dolar dan yield yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas.
Saham AS: Berpotensi tertekan, khususnya saham teknologi dan perusahaan yang sensitif terhadap suku bunga. Namun, dampaknya dapat terbatas karena hasilnya tidak lebih tinggi dari periode sebelumnya.
Kesimpulan: Data ECI ini cenderung positif bagi dolar dan negatif bagi emas. Untuk inflasi, hasil 0,9% menunjukkan bahwa tekanan biaya tenaga kerja masih lengket dan proses penurunan inflasi berpotensi berjalan lebih lambat.(CP)