• Fri, Jul 31, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

31 July 2026 19:34  |

Employment Cost Index Bertahan 0,9%, Ancaman Inflasi Belum Hilang

Employment Cost Index Amerika Serikat tumbuh 0,9% secara kuartalan, lebih tinggi dibandingkan perkiraan pasar sebesar 0,8%. Angka tersebut juga tidak berubah dari pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 0,9%, menunjukkan bahwa tekanan biaya tenaga kerja belum mengalami perlambatan seperti yang diharapkan pasar.

ECI mengukur perubahan total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk tenaga kerja, termasuk upah, gaji, dan tunjangan. Pada kuartal sebelumnya, biaya kompensasi pekerja juga meningkat 0,9%, dengan kenaikan upah sebesar 0,8% dan biaya tunjangan sebesar 1,2%.

Hasil yang lebih tinggi dari perkiraan menjadi sinyal bahwa tekanan inflasi dari sektor tenaga kerja masih bertahan. Ketika biaya membayar pekerja tetap tinggi, perusahaan dapat mempertahankan atau menaikkan harga barang dan jasa untuk menjaga margin keuntungan, terutama pada sektor jasa yang sangat bergantung pada tenaga kerja.

Menurut analisis Newsmaker, data tersebut memperkuat alasan The Fed untuk tidak terburu-buru melonggarkan kebijakan. Namun, kejutan hanya sebesar 0,1 poin persentase dan hasilnya sama dengan periode sebelumnya, sehingga reaksi pasar dapat terbatas apabila tidak disertai kenaikan pada komponen upah atau inflasi tahunan.

Dampak terhadap Market : 

Inflasi: Cenderung negatif karena tekanan biaya tenaga kerja belum melandai. Risiko inflasi jasa bertahan tinggi menjadi lebih besar.

Dolar AS: Berpotensi menguat karena pasar dapat memperkirakan suku bunga akan dipertahankan tinggi lebih lama.

Yield obligasi AS: Berpeluang naik akibat meningkatnya ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish.

Emas: Berisiko tertekan karena dolar dan yield yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas.

Saham AS: Berpotensi tertekan, khususnya saham teknologi dan perusahaan yang sensitif terhadap suku bunga. Namun, dampaknya dapat terbatas karena hasilnya tidak lebih tinggi dari periode sebelumnya.

Kesimpulan: Data ECI ini cenderung positif bagi dolar dan negatif bagi emas. Untuk inflasi, hasil 0,9% menunjukkan bahwa tekanan biaya tenaga kerja masih lengket dan proses penurunan inflasi berpotensi berjalan lebih lambat.(CP)

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai