Iran Belum Menjawab, AS Klaim Serangan “Defensif” di Hormuz
AS mengatakan tengah menunggu respons Iran “segera” atas proposal terbaru Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang, di saat bentrokan semalam kembali menguji gencatan senjata yang telah berlangsung sekitar sebulan. Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyebut Iran “seharusnya” memberi jawaban pada Jumat (8/5), sementara Teheran menyatakan respons masih “dalam peninjauan” tanpa memberikan jadwal.
Dokumen proposal yang dikirim Rabu itu pada intinya menawarkan jalur de-eskalasi bertahap: Iran diminta membuka kembali Selat Hormuz, sementara AS menyatakan akan mengakhiri blokade atas pelabuhan-pelabuhan Iran dalam kurun satu bulan. Meski demikian, proposal tersebut juga menyiratkan bahwa isu inti lain, termasuk perundingan terkait program nuklir Iran, tetap akan menjadi tahap berikutnya dan belum terselesaikan dalam paket awal.
Di lapangan, risiko eskalasi belum mereda. Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan pasukannya melakukan serangan udara terhadap dua tanker minyak Iran yang kosong dan disebut berupaya menembus blokade, serta sebelumnya menargetkan lokasi peluncur rudal dan drone yang diklaim terkait serangan terhadap tiga kapal perang AS yang melintas di Hormuz. Centcom menyatakan tidak ada kapal yang terkena, dan Trump kembali menegaskan gencatan senjata masih berlaku setelah saling tembak tersebut.
Iran menuduh AS melanggar kesepakatan gencatan senjata dan melaporkan sebuah kapal kargo terkena dampak bentrokan semalam yang melukai 10 pelaut, sementara Uni Emirat Arab mengatakan pihaknya menjadi sasaran dua rudal balistik dan tiga drone yang mengakibatkan tiga korban luka tingkat sedang. Iran juga menyatakan menyita sebuah tanker di Teluk Oman yang disebut membawa minyaknya sendiri. Di pasar, Brent bertahan di sekitar US$100 per barel dan masih turun sekitar 7% dalam sepekan, mencerminkan harga yang bergerak di antara peluang diplomasi dan risiko eskalasi baru—dengan status Selat Hormuz tetap menjadi variabel kunci bagi premi risiko energi global. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id