Trump’s New Demands Keep Oil Near $88
Harga minyak dunia mempertahankan kenaikan selama empat sesi berturut-turut pada perdagangan Selasa. Brent bergerak di sekitar US$88 per barel, sedangkan WTI berada di atas US$82, setelah ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz kembali meningkat.
Tekanan baru muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengajukan tuntutan tambahan kepada Iran dalam proses negosiasi. Trump meminta kompensasi atas korban yang menurutnya disebabkan oleh Iran dalam berbagai konflik dan menegaskan bahwa tuntutan tersebut akan dimasukkan ke dalam seluruh pembicaraan berikutnya. Sikap yang semakin keras dari Washington dan Teheran membuat peluang kesepakatan cepat semakin mengecil.
Harga minyak sendiri telah melonjak hampir 45% sepanjang 2026 setelah konflik Timur Tengah mengganggu jalur distribusi dan merusak sejumlah infrastruktur energi. Produk bahan bakar seperti diesel bahkan mengalami kenaikan lebih tajam akibat kombinasi konflik Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang semakin memperketat pasokan global.
Iran dan Oman masih berupaya mencapai kesepakatan mengenai pembukaan jalur pelayaran melalui Hormuz. Namun, Iran menegaskan pembukaan penuh baru dapat dilakukan jika AS menghentikan blokade dan memberikan kompensasi atas kerusakan akibat perang. Sebelum konflik, sekitar seperlima perdagangan minyak dan LNG dunia melewati jalur strategis tersebut.
Aktivitas kapal di Hormuz juga masih jauh dari kondisi normal. Sekitar lima kapal per hari dilaporkan melintas, jauh di bawah sekitar 14 kapal per hari setelah kesepakatan awal AS-Iran pada Juni. Persediaan minyak komersial AS juga berada dekat level terendah sejak 2018, sementara cadangan minyak strategis berada di titik terendah dalam lebih dari empat dekade.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id