Emas Naik Saat Dolar Turun usai Trump Klaim Progres Iran
Harga emas menguat pada Rabu setelah Presiden AS Donald Trump memuji “kemajuan besar” menuju kesepakatan akhir dengan Iran, memicu pelemahan dolar dan mendukung permintaan logam mulia. Emas spot naik hingga 2,3% dan diperdagangkan di atas $4.660 per ons.
Penguatan emas terjadi bersamaan dengan pelemahan dolar, dengan indikator dolar turun 0,5%, sehingga emas menjadi relatif lebih murah bagi pembeli di luar AS. Trump juga mengatakan ia akan menghentikan sementara upaya yang dipimpin AS untuk membantu kapal-kapal yang terdampar keluar dari Selat Hormuz guna menilai apakah kesepakatan dapat diselesaikan.
Dari sisi geopolitik, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan gencatan senjata yang dimulai kurang dari sebulan lalu masih berlaku, sementara Menlu Marco Rubio menyebut operasi ofensif telah berakhir karena Washington mengalihkan fokus ke perlindungan pelayaran di selat tersebut. Menlu Iran Abbas Araghchi juga menyatakan pembicaraan “mengalami kemajuan”, meski laporan kapal kargo yang terkena proyektil tak dikenal sehari setelah bentrokan kapal di Hormuz menunjukkan ketegangan belum sepenuhnya hilang.
Meski didukung dolar yang melemah, emas masih dibayangi hambatan jangka pendek dari ekspektasi suku bunga. Jalan menuju kesepakatan yang benar-benar membuka kembali selat tetap belum jelas, sementara kekhawatiran inflasi membuat pasar obligasi meningkatkan taruhan bahwa langkah kebijakan bank sentral berikutnya bisa berupa kenaikan suku bunga ketimbang penurunan—kondisi yang biasanya menekan emas karena tidak memberikan imbal hasil. Emas batangan tercatat masih turun lebih dari 12% sejak perang dimulai pada akhir Februari.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS, yang dapat menguji asumsi bahwa pasar tenaga kerja tetap stabil sehingga risiko inflasi kembali dominan. Dalam catatan MKS PAMP SA, Nicky Shiels menilai emas memasuki musim panas dengan “paradoks posisi struktural”: dana nominal yang masuk tetap tinggi, tetapi posisi kontrak dan ons masih ringan, sehingga pergerakan menuju level tertinggi baru dinilai membutuhkan partisipasi institusional yang lebih luas. Pada pukul 14.00 di Singapura, emas spot tercatat naik 2,3% ke $4.662,70, sementara perak naik 4,2% ke $75,91; platinum dan paladium juga menguat.
5 poin inti:
- Emas spot naik hingga 2,3% ke atas $4.660/oz setelah Trump klaim “kemajuan besar” dengan Iran.
- Indikator dolar turun 0,5%, memberi dukungan harga emas via kanal kurs.
- AS menyebut ceasefire masih berlaku dan operasi ofensif berakhir, tetapi insiden kapal di Hormuz menandakan risiko belum hilang.
- Ekspektasi suku bunga masih menjadi beban: pasar obligasi menaikkan taruhan langkah berikutnya bisa kenaikan suku bunga.
- Menjelang data tenaga kerja AS, positioning emas dinilai masih “ringan” meski aliran dana tetap tinggi; perak menguat lebih tajam.(gn)
Sumber: Newsmaker.id