Emas Tancap Gas di Sesi Asia!
Harga emas naik pada perdagangan Asia Rabu (06/5) didukung pelemahan dolar AS dan turunnya harga minyak. Sentimen pasar membaik setelah muncul sinyal deeskalasi di Timur Tengah, yang membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dalam waktu dekat.
Spot gold menguat 1,8% ke level US$4.650 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 1,7% ke US$4.647,31. Kenaikan ini melanjutkan penguatan hampir 1% pada sesi sebelumnya.
Dorongan utama datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan Washington akan menghentikan sementara operasi untuk memulihkan jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Trump juga memberi sinyal bahwa kesepakatan dengan Iran sudah semakin dekat.
Langkah tersebut menandai pergeseran ke arah diplomasi setelah ketegangan sempat meningkat pada awal pekan. Sebelumnya, inisiatif “Project Freedom” untuk mengamankan jalur laut di Selat Hormuz memicu respons militer dari Iran dan sempat mendorong harga minyak naik tajam.
Turunnya harga minyak setelah komentar Trump membantu meredakan ekspektasi inflasi. Kondisi ini memberi ruang bagi emas untuk menguat, meskipun premi risiko geopolitik mulai berkurang. Di sisi lain, dolar AS yang melemah 0,2% terhadap mata uang utama juga membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Logam mulia lain ikut menguat mengikuti pergerakan emas. Harga perak melonjak 3% ke US$75,08 per ons, sementara platinum naik 1,7% ke US$1.990,72 per ons. Secara keseluruhan, pasar logam mulia mendapat dukungan dari kombinasi dolar yang lebih lemah, harga minyak yang mereda, dan harapan tercapainya kesepakatan AS-Iran.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id