• Mon, May 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

4 May 2026 22:36  |

Iran Ancam Kapal di Hormuz Pasca AS Luncurkan “Project Freedom”

Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah Iran memperingatkan kapal komersial dan tanker bahwa pelayaran tanpa “koordinasi” dengan angkatan bersenjatanya akan “berisiko”. Pernyataan itu muncul saat Washington mengumumkan rencana membantu membebaskan kapal-kapal yang terjebak di jalur energi strategis tersebut, langkah yang dinilai Teheran sebagai upaya melemahkan daya tawarnya.

Komandan militer Iran Ali Abdollahi, menurut media pemerintah, meminta seluruh kapal dagang dan tanker tidak mencoba melintas tanpa koordinasi, serta mengancam akan menargetkan kekuatan bersenjata asing—khususnya AS—jika mendekati atau memasuki Hormuz. Di sisi lain, Komando Pusat AS menyebut dua kapal berbendera AS telah melintasi selat dengan aman, namun belum jelas apakah keduanya mendapat pengawalan militer.

Sejumlah insiden pada Senin (4/5) menambah risiko eskalasi. Warga Dubai sempat menerima peringatan darurat terkait potensi serangan misil sebelum kemudian dinyatakan aman. Uni Emirat Arab menuduh Iran meluncurkan serangan drone terhadap tanker minyak milik ADNOC saat mencoba melintas, sementara media Iran mengklaim militernya menembakkan tembakan peringatan ke kapal AS—klaim yang dibantah militer AS.

Trump mengatakan gangguan Iran terhadap operasi “Project Freedom” akan direspons “secara tegas”. Militer AS menyatakan pengerahan unsur termasuk kapal perusak dan sekitar 15.000 personel untuk membantu kapal-kapal keluar dari area, meski detail tingkat perlindungan bagi pelayaran masih terbatas di tengah laporan ranjau dan ancaman kapal cepat Iran.

Perkembangan ini kembali mengguncang pasar energi: Brent dilaporkan naik hampir 2% ke sekitar US$110 per barel. Dengan Hormuz yang biasanya menyalurkan sekitar seperlima minyak dunia dan banyak gas alam, kebuntuan di jalur ini tetap menjadi hambatan utama perundingan AS–Iran yang kini tampak tersendat, sementara negara-negara Eropa masih berhitung untuk ikut terlibat sebelum konflik benar-benar mereda.(Arl)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai