Manufaktur AS Melesat, Emas Terancam Tertekan
Aktivitas manufaktur Amerika Serikat tumbuh semakin kuat pada Juli. Indeks ISM Manufacturing PMI melonjak menjadi 55,6, tertinggi sejak Mei 2022, dari sebelumnya 53,3 dan melampaui perkiraan pasar sebesar 54,0.
Penguatan ditopang oleh lonjakan produksi ke level 58,5, membaiknya pesanan baru, serta penambahan tenaga kerja untuk pertama kalinya sejak September 2023. Permintaan konsumen, investasi bisnis, dan belanja pertahanan pemerintah ikut mendukung ekspansi pabrik.
Tekanan harga bahan baku masih tinggi. Indeks harga ISM turun dari 73,0 menjadi 71,1, tetapi tetap berada di atas perkiraan 70,0. Kondisi tersebut menunjukkan inflasi biaya mulai melandai, namun belum cukup rendah untuk menghilangkan kekhawatiran Federal Reserve.
Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi mendorong dolar AS dan yield Treasury naik karena ekonomi dinilai masih mampu menghadapi suku bunga tinggi. Pasar juga dapat kembali memperbesar peluang kenaikan bunga apabila tekanan harga bertahan.
Hasil ISM ini cenderung negatif bagi emas. Penguatan dolar dan yield dapat membawa harga menguji support US$4.020–US$4.000. Namun, karena indeks harga turun dari bulan sebelumnya, tekanan jual dapat terbatas. Emas perlu kembali menembus US$4.050–US$4.060 untuk membuka peluang rebound.(yds)
Sumber: Newsmaker.id