Defisit AS Turun ke US$60,3 Miliar
Defisit neraca perdagangan Amerika Serikat tercatat sebesar US$60,3 miliar, lebih kecil dibandingkan perkiraan pasar sebesar US$61,0 miliar. Data ini menunjukkan posisi perdagangan AS sedikit lebih baik dari ekspektasi, meskipun masih melebar dibandingkan periode sebelumnya yang berada di US$57,3 miliar.
Secara umum, angka ini memberi sinyal campuran bagi pasar. Di satu sisi, hasil yang lebih baik dari forecast dapat mendukung dolar AS karena menunjukkan defisit tidak sedalam yang dikhawatirkan. Namun di sisi lain, pelebaran dibandingkan bulan sebelumnya tetap menandakan tekanan pada neraca perdagangan AS belum sepenuhnya mereda.
Bagi pasar emas, data ini belum cukup kuat untuk langsung mengubah arah besar pergerakan harga. Jika dolar AS mendapat dukungan dari angka aktual yang lebih baik dari perkiraan, emas berpotensi tertahan. Namun, karena defisit tetap melebar dari bulan sebelumnya, tekanan terhadap dolar juga belum sepenuhnya hilang.
Fokus pasar kini kemungkinan akan bergeser ke data ISM Services PMI yang dinilai lebih berpengaruh terhadap ekspektasi suku bunga The Fed. Jika ISM Services nanti melemah, emas masih berpeluang melanjutkan kenaikan. Namun jika data sektor jasa AS keluar lebih kuat dari perkiraan, dolar dan yield berpotensi naik, sehingga harga emas dapat kembali tertekan.
Penyebab
Defisit yang masih besar menunjukkan impor AS kemungkinan tetap tinggi atau ekspor belum cukup kuat untuk menutup selisih perdagangan. Namun karena hasil aktual lebih baik dari forecast, pasar melihat tekanan neraca dagang tidak separah yang sebelumnya diperkirakan.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Yang perlu diperhatikan malam ini adalah reaksi DXY, yield obligasi AS, dan data ISM Services PMI. Trade Balance memberi dorongan awal, tapi arah utama gold kemungkinan baru lebih jelas setelah data sektor jasa AS dirilis.(CP)
Sumber: Newsmaker.id