• Fri, May 8, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 May 2026 12:58  |

Gold Menguat, Oil Masih Liar!

Harga emas hari ini masih bergerak kuat setelah naik tajam sepanjang pekan. Spot gold dilaporkan naik sekitar 0,7% ke US$4.715,49 per ons dan berpeluang mencatat penguatan mingguan sekitar 2,2%. Sentimen utama datang dari pelemahan dolar AS, turunnya kekhawatiran inflasi, serta harapan tercapainya kesepakatan AS-Iran yang dapat meredakan tekanan energi global.

Secara fundamental, emas mendapat dukungan karena harga minyak sempat melemah tajam sebelumnya, sehingga kekhawatiran terhadap inflasi energi dan potensi kenaikan suku bunga ikut mereda. Namun, emas belum sepenuhnya bebas risiko karena pelaku pasar masih menunggu data tenaga kerja AS. Jika data tenaga kerja kuat, dolar dan yield bisa kembali naik, sehingga emas rawan terkoreksi.

Dari sisi teknikal, emas kini berada di area penting US$4.700–US$4.720. Jika mampu bertahan di atas area ini, peluang naik masih terbuka menuju US$4.750, lalu US$4.780. Namun jika gagal mempertahankan area tersebut, emas berpotensi koreksi ke US$4.680–US$4.660, bahkan bisa lanjut ke US$4.630 jika tekanan jual meningkat.

Sementara itu, harga minyak kembali naik setelah muncul ketegangan baru antara AS dan Iran. Brent bergerak di sekitar US$101,26 per barel, sedangkan WTI naik ke sekitar US$95,66 per barel. Meski menguat harian, minyak masih berpotensi turun secara mingguan karena sebelumnya sempat tertekan oleh optimisme kesepakatan damai AS-Iran dan harapan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Secara fundamental, oil masih sangat bergantung pada perkembangan Selat Hormuz. Jika proses damai berlanjut dan jalur pelayaran mulai dibuka bertahap, harga minyak bisa kembali tertekan karena risiko pasokan mereda. Namun jika konflik kembali memanas atau ada serangan baru di kawasan Teluk, harga oil dapat melonjak lagi karena pasar khawatir terhadap gangguan pasokan energi global.

Secara teknikal, Brent perlu menembus area US$102–US$103 untuk membuka peluang naik ke US$105–US$108. Jika gagal, harga rawan kembali turun ke US$100, lalu US$98. Untuk WTI, area atas yang perlu diperhatikan ada di US$96–US$97, sedangkan support terdekat berada di US$94–US$92. Kesimpulannya, gold masih cenderung bullish selama bertahan di atas US$4.680, sedangkan oil masih sideways-volatil karena pasar menunggu kepastian AS-Iran dan Selat Hormuz.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Jenewa Hari Ini: AS–Iran: Satu Berita Utama Dapat Menggunc...

Putaran kedua pembicaraan nuklir AS–Iran diadakan hari ini di Jenewa, Swiss, dengan saluran komunikasi dimediasi oleh Oman....

17 February 2026 10:34
ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

$5.000 Ditembus! Investor Kabur dari Dolar & Obligasi

Harga emas menembus $5.000 per ons dan mencetak rekor baru di awal pekan, saat investor berbondong-bondong mencari aset aman ...

26 January 2026 11:35
ANALYSIS & OPINION

Prospek 2026: 4 Aset, 1 Pertanyaan Besar—Risk On atau Risk...

Arah pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan ditentukan oleh kombinasi pertumbuhan ekonomi yang melambat, tren penurunan...

28 December 2025 12:20
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai