Euro Rebound, Upside Masih Ditahan
EUR/USD menguat dan bergerak di sekitar 1,1830 pada sesi awal Eropa hari Rabu, karena pelaku pasar mulai ambil posisi menjelang rilis inflasi kawasan euro. Fokus utama hari ini adalah flash estimate HICP (inflasi versi harmonized) yang sering jadi pemicu volatilitas euro dalam hitungan menit.
Meski euro menguat, ruang naiknya dinilai bisa terbatas karena dolar AS mendapat “angin” dari meredanya ketidakpastian fiskal setelah partial government shutdown AS resmi berakhir. Undang-undang pendanaan itu lolos tipis di DPR (217–214) dan ditandatangani sehingga operasional pemerintah kembali berjalan.
Selain itu, pasar juga masih mencerna perubahan ekspektasi kebijakan Federal Reserve setelah Kevin Warsh dipilih Donald Trump sebagai kandidat ketua The Fed berikutnya. Narasi ini cenderung mendukung dolar karena investor menilai arah kebijakan bisa lebih “ketat”/pro-dolar (atau setidaknya menambah ketidakpastian yang bikin USD dicari).
Dari sisi Eropa, perhatian pasar berikutnya adalah rapat European Central Bank pada Kamis. Konsensus kuat memperkirakan ECB menahan suku bunga (deposit rate sekitar 2%) untuk pertemuan kelima berturut-turut, jadi yang paling menentukan biasanya adalah nada konferensi pers Christine Lagarde: terdengar hawkish = euro berpeluang tambah kuat, terdengar hati-hati/dovish = euro bisa kehilangan tenaga.
Sementara itu, komentar ekonom Swedbank Nerijus Maciulis menyorot bahwa awal 2026 menunjukkan kesepakatan dagang masih “rapuh” dan risiko tetap tinggi—ini jadi konteks kenapa pasar sensitif terhadap data inflasi dan sinyal bank sentral. Intinya: HICP hari ini bisa jadi pemantik pergerakan cepat, tapi faktor USD (shutdown selesai + isu The Fed) bisa menahan EUR/USD untuk terbang terlalu jauh.(asd)
Sumber : Newsmaker.id