
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Wall Street membuka pekan dengan hati-hati setelah aksi jual saham semikonduktor mengalahkan sentimen positif dari penurunan harga minyak. S&P 500 turun 0,3%, Nasdaq 100 melemah 1%, sementara Dow Jones masih mampu naik 0,3% pada penutupan perdagangan Senin (24/8).
Tekanan terbesar datang dari sektor chip menjelang laporan keuangan Nvidia. Saham Nvidia turun untuk sesi ketujuh berturut-turut, penurunan terpanjang sejak 2022. Sentimen sektor ikut terganggu oleh laporan bahwa sejumlah pelanggan besar menghadapi kenaikan harga terkait AI di atas 15%, sementara ETF saham memori merosot hampir 6%.
Di sisi lain, minyak turun ke sekitar US$85 per barel setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan kampanye “Economic D-Day” untuk mengisolasi Iran. Penurunan harga energi membantu meredakan sebagian tekanan inflasi dan ikut mendorong yield obligasi jangka panjang turun.
Pasar juga masih mencermati strategi Bessent terhadap Treasury setelah sebelumnya mengejutkan investor dengan peningkatan buyback obligasi tenor panjang. Namun, kali ini ia tidak memberikan sinyal baru terkait perubahan pengelolaan utang AS, sehingga fokus pasar kembali beralih ke arah kebijakan The Fed.
Perhatian utama pekan ini tertuju pada data PCE Rabu dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole Jumat. Investor ingin melihat apakah Warsh akan memberikan panduan lebih jelas terkait respons The Fed terhadap inflasi yang masih tinggi, terutama di tengah tekanan fiskal dan yield Treasury yang tetap tinggi.
Analisis Newsmaker: tekanan Wall Street saat ini lebih banyak berasal dari sektor teknologi, khususnya chip, sementara penurunan minyak justru sedikit membantu sentimen obligasi. Jika Nvidia gagal meyakinkan pasar, tekanan Nasdaq berpotensi berlanjut. Sebaliknya, PCE yang lebih lunak dan Warsh yang dovish dapat membuka ruang rebound bagi saham teknologi. (arl)
Sumber : Newsmaker.id