
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (25/8) setelah saham teknologi bangkit dari tekanan sesi sebelumnya. Penurunan harga minyak dan yield Treasury juga membantu memperbaiki sentimen investor. S&P 500 naik 0,31% ke 7.676,62, Nasdaq Composite menguat 0,64% ke 26.145,47, sementara Dow Jones bertambah 0,29% ke 53.572,91.
Penurunan yield obligasi AS menjadi salah satu katalis utama setelah pasar sebelumnya diguncang aksi jual Treasury. Yield tenor panjang kembali turun seiring harga minyak menyentuh level terendah sepekan dan investor terus mencermati rencana Menteri Keuangan Scott Bessent untuk memperbesar program buyback Treasury.
Sektor teknologi memimpin rebound. Saham Nvidia, Meta, dan Micron ditutup lebih tinggi, sementara indeks saham semikonduktor pulih setelah turun 2,7% pada Senin. AMD turut menguat setelah Raymond James menaikkan rekomendasi saham tersebut. Fokus terbesar kini tertuju pada laporan keuangan Nvidia pada Rabu, yang akan menjadi ujian utama bagi keberlanjutan reli saham berbasis AI.
Pasar semakin sensitif terhadap valuasi sektor AI setelah belanja besar perusahaan teknologi mulai menimbulkan pertanyaan mengenai tingkat pengembalian investasi. Jika pertumbuhan Nvidia mulai menunjukkan perlambatan, kekhawatiran terhadap valuasi tinggi dan keberlanjutan tren AI dapat kembali menekan Nasdaq.
Investor juga menunggu rilis PCE AS pada Rabu setelah Consumer Confidence Agustus turun ke level terendah dalam tujuh bulan. Pasar uang masih memperhitungkan kemungkinan satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun, sehingga data inflasi dapat mengubah ekspektasi tersebut dengan cepat.
Analisis Newsmaker: rebound Wall Street mendapat dukungan dari turunnya yield, melemahnya minyak, serta kembalinya minat beli pada saham chip. Namun, arah pasar berikutnya sangat bergantung pada Nvidia, PCE, dan pidato Kevin Warsh di Jackson Hole. Laporan Nvidia yang solid dan PCE yang lebih lunak berpotensi memperpanjang reli Nasdaq, sementara kombinasi inflasi panas dan outlook Nvidia yang mengecewakan dapat kembali memicu tekanan jual. (arl)
Sumber : Newsmaker.id