
Trending

usdchf
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/CHF rebound ke sekitar 0,8250, naik 0,56% pada perdagangan Jumat (23/10), setelah sebelumnya menyentuh level terendah satu bulan di 0,8191. Penguatan dolar AS terjadi seiring pemulihan yield Treasury setelah investor sebelumnya beralih ke aset safe haven akibat kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi AI.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun kembali mendekati 5% setelah sehari sebelumnya turun tajam. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) berada di sekitar 101,75 setelah sebelumnya menyentuh level terendah tiga pekan. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi USD untuk memulihkan sebagian tekanannya terhadap franc Swiss.
Data ekonomi AS memberikan sinyal beragam. PMI manufaktur Oktober membaik dan berada di atas ekspektasi, sementara sektor jasa mengalami perlambatan. Di sisi lain, indeks sentimen konsumen University of Michigan direvisi lebih tinggi, sedangkan ekspektasi inflasi satu dan lima tahun tetap berada di level yang sama.
Perhatian pasar kini tertuju pada keputusan Federal Reserve pekan depan. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga setelah menaikkan 25 basis poin pada September. Namun, peluang kenaikan tambahan sebelum akhir tahun masih terbuka karena kenaikan harga energi akibat ketegangan Timur Tengah berpotensi membuat inflasi bertahan lebih tinggi.
Di Swiss, tekanan terhadap franc masih dipengaruhi kebijakan Swiss National Bank (SNB) yang mempertahankan suku bunga di 0%. Risalah pertemuan September menunjukkan SNB menilai kondisi moneter saat ini masih sesuai untuk menjaga stabilitas harga dan belum menunjukkan urgensi untuk memperketat kebijakan.
Analisis Newsmaker: USD/CHF berpotensi tetap volatil karena dolar mulai mendapat dukungan dari pemulihan yield AS, sementara franc Swiss kehilangan sebagian momentum safe haven. Namun, jika pasar kembali masuk ke mode risk-off akibat ketidakpastian geopolitik atau kekhawatiran sektor AI, permintaan terhadap franc dapat kembali meningkat dan membatasi penguatan USD/CHF.
Sumber : Newsmaker.id