
Trending

usdchf
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan bergerak di sekitar 0,8230 pada perdagangan Kamis sesi Asia (22/10). Tekanan terhadap pasangan ini datang dari dolar AS yang menghadapi tanda-tanda pelemahan ekonomi, setelah data terbaru menunjukkan penurunan aktivitas perumahan AS serta pending home sales yang jatuh ke level terendah dalam sejarah.
Di sisi kebijakan moneter, pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Berdasarkan CME FedWatch, peluang suku bunga tetap ditahan mencapai sekitar 84%, sementara probabilitas kenaikan pada Desember berada di kisaran 90%. Sikap hati-hati Ketua The Fed Kevin Warsh juga membuat pasar belum mendapatkan sinyal jelas mengenai langkah berikutnya.
Namun, potensi pelemahan USD/CHF masih dapat tertahan apabila harga minyak terus meningkat. Serangan drone terhadap ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco serta serangan terhadap infrastruktur energi Rusia meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan. Kondisi tersebut dapat mendorong inflasi global dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Di sisi lain, franc Swiss menghadapi tekanan dari selisih suku bunga yang lebar dengan Amerika Serikat. Suku bunga Swiss yang relatif rendah membuat franc semakin menarik sebagai mata uang pendanaan untuk strategi carry trade. Investor cenderung meminjam dalam franc dan mengalihkan dana ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi, sehingga membatasi potensi penguatan CHF.
Analisis Newsmaker: USD/CHF saat ini berada dalam tarik-menarik antara pelemahan ekonomi AS dan tekanan terhadap franc Swiss. Jika data AS terus memburuk dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed berkurang, pasangan ini berpotensi melanjutkan penurunan. Namun, kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi dapat kembali memperkuat dolar dan menahan pelemahan USD/CHF. (srh)
Sumber: Newsmaker.id