
Trending

usdchf
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/CHF kembali menguat ke sekitar 0,8260 pada perdagangan Rabu (21/10) sesi Asia setelah sebelumnya melemah. Penguatan ini didukung permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven di tengah kenaikan harga minyak yang kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.
Harga minyak menguat di tengah perkembangan negosiasi antara AS dan Iran. Meski upaya diplomasi masih berlangsung, laporan mengenai kemungkinan kesepakatan dalam waktu dekat dinilai masih terlalu dini. Pertemuan pejabat Pakistan dengan pemimpin Iran juga menjadi perhatian pasar karena berkaitan dengan upaya penyelesaian konflik dan pembicaraan dengan Washington.
Dari sisi kebijakan moneter, pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Berdasarkan CME FedWatch, peluang suku bunga tetap bertahan berada di sekitar 83,9%, sementara ekspektasi kenaikan pada Desember mencapai sekitar 90%. Sikap netral Ketua The Fed Kevin Warsh membuat pasar belum memperoleh sinyal pasti mengenai keputusan Oktober.
Sementara itu, kondisi ekonomi Swiss juga menjadi perhatian. Data Federal Customs Administration menunjukkan surplus perdagangan Swiss menyempit tajam pada bulan September akibat tambahan impor, sementara pertumbuhan ekspor relatif terbatas. Pelemahan surplus tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi penguatan franc Swiss terhadap dolar.
Analisis Newsmaker: USD/CHF masih berada dalam tarik-menarik antara permintaan safe haven terhadap dolar dan tekanan dari ekspektasi kebijakan The Fed. Selama harga minyak tetap tinggi dan ketegangan geopolitik belum mereda, dolar berpotensi mendapatkan dukungan. Namun, jika ekspektasi kenaikan suku bunga AS semakin berkurang, ruang penguatan USD/CHF dapat kembali terbatas. (asd)
Sumber: Newsmaker.id