
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan Jumat (23/10/2026) sesi Eropa, didukung kenaikan harga minyak dunia dan pemulihan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya.
Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,2% ke level 101,763, sementara yield Treasury tenor 10 tahun meningkat 2,9 basis poin menjadi 4,982%. Kenaikan harga minyak memberikan dukungan terhadap greenback melalui posisi AS sebagai produsen sekaligus eksportir energi serta meningkatnya permintaan aset aman. Namun, penguatan yield Treasury diperkirakan masih terbatas akibat kekhawatiran terhadap besarnya kebutuhan pembiayaan perusahaan teknologi untuk mengembangkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Analis VT Markets Dubai, Mahmoud Mashal, menilai ketidakpastian pendanaan investasi AI dan tekanan pasar saham dapat kembali mendorong investor mencari perlindungan pada obligasi pemerintah AS, sehingga membatasi kenaikan imbal hasil lebih lanjut.
Kesimpulan
Penguatan dolar AS menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak dan pemulihan yield Treasury masih menjadi faktor pendukung greenback dalam jangka pendek. Namun, kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi AI berpotensi kembali meningkatkan permintaan obligasi pemerintah AS dan menekan yield.
Dampak terhadap pasar: Penguatan dolar dan yield Treasury berpotensi memberikan tekanan terhadap harga emas. Sebaliknya, jika kekhawatiran terhadap sektor AI semakin besar dan investor kembali memburu obligasi, penurunan yield dapat membatasi penguatan dolar sekaligus membuka peluang pemulihan emas.
Sumber: Newsmaker.id