
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS (DXY) masih mempertahankan penguatan terhadap mata uang utama global, dengan bergerak di sekitar 100,95 pada perdagangan Jumat (25/9). Penguatan dolar didorong oleh kenaikan imbal hasil Treasury AS dan meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve masih akan melanjutkan kebijakan suku bunga tinggi dalam beberapa pertemuan terakhir tahun ini.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun tetap berada di level tinggi setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade. Kenaikan yield mencerminkan meningkatnya keyakinan investor bahwa The Fed perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat akibat tekanan inflasi yang masih bertahan, terutama dari sektor energi dan permintaan ekonomi yang kuat.
Menurut analis ING, kenaikan biaya pinjaman AS dipengaruhi oleh kombinasi harga energi yang meningkat, ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed, serta kekhawatiran terhadap defisit fiskal dan keberlanjutan utang pemerintah. Kondisi tersebut mendorong imbal hasil obligasi jangka panjang kembali berada di atas level 5%, sehingga memperkuat daya tarik aset berbasis dolar.
Dari sisi kebijakan moneter, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed masih terbuka pada pertemuan berikutnya. Data CME FedWatch menunjukkan investor melihat peluang hampir 58% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada dua pertemuan kebijakan yang tersisa tahun ini.
Komentar pejabat The Fed juga memperkuat sentimen hawkish terhadap dolar. Presiden The Fed New York John Williams menilai ekonomi AS masih menunjukkan ketahanan dan risiko inflasi tetap menjadi perhatian, sehingga peluang kenaikan suku bunga tambahan masih terbuka. Kekuatan permintaan terkait investasi AI juga disebut menjadi salah satu faktor yang menjaga momentum ekonomi.
Analisis Newsmaker:
Dolar AS saat ini mendapatkan dukungan dari kombinasi yield Treasury tinggi, ekspektasi suku bunga lebih lama, dan keyakinan pasar terhadap ketahanan ekonomi AS. Namun, pergerakan dolar tetap akan bergantung pada data inflasi, pasar tenaga kerja, serta bagaimana investor menilai apakah kenaikan yield saat ini dapat bertahan atau mulai membebani pertumbuhan ekonomi. (asd)