
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Hong Kong berakhir melemah pada perdagangan Jumat (25/9) setelah investor mengambil sikap hati-hati terhadap perkembangan hubungan Amerika Serikat dan China. Indeks Hang Seng ditutup turun 72,99 poin atau 0,29% ke level 24.761,13, dengan pergerakan pasar masih dipengaruhi oleh ekspektasi hasil pembicaraan dagang kedua negara serta arah kebijakan moneter global.
Perhatian investor masih tertuju pada hubungan Washington dan Beijing setelah kedua negara sepakat menjaga stabilitas perdagangan melalui perpanjangan gencatan dagang. Meski langkah tersebut membantu meredakan kekhawatiran perang dagang, pasar masih menunggu perkembangan konkret terkait isu tarif, teknologi, dan investasi.
Sektor teknologi menjadi salah satu fokus utama karena persaingan AS–China di bidang kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan teknologi strategis masih menjadi tantangan jangka panjang. Investor cenderung menahan aksi beli agresif karena belum ada kepastian mengenai arah hubungan kedua negara setelah periode gencatan dagang berakhir.
Selain faktor AS–China, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kebijakan Federal Reserve yang masih mempertahankan pandangan hawkish. Ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi dalam waktu lebih lama membuat investor global tetap memperhatikan pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury.
Newsmaker melihat, pelemahan Hang Seng hari ini menunjukkan investor masih melakukan aksi wait and see meskipun risiko perang dagang mulai mereda. Untuk pasar global, hubungan AS–China yang stabil berpotensi mendukung saham Asia dan sektor teknologi, sementara perkembangan The Fed, pergerakan dolar AS, harga minyak, serta konflik Timur Tengah tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar berikutnya.
Sumber: Newsmaker.id