
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Amerika Serikat kembali menguat pada perdagangan Kamis (24/09) dengan indeks dolar (DXY) bertahan di atas level 101, mendekati posisi tertinggi dalam hampir dua bulan. Penguatan tersebut didorong oleh data ekonomi Amerika yang lebih kuat dari perkiraan serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang lebih ketat.
Data terbaru S&P Global menunjukkan aktivitas sektor swasta AS meningkat pada September dengan laju tercepat dalam lebih dari lima tahun. Kinerja sektor manufaktur dan jasa sama-sama mengalami perbaikan, meskipun peningkatan aktivitas ekonomi tersebut juga diikuti tekanan inflasi yang lebih tinggi.
Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih memiliki daya tahan dan memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan restriktif. Sejumlah pejabat bank sentral AS kembali menegaskan dukungan terhadap kenaikan suku bunga sebelumnya serta memperingatkan bahwa risiko inflasi masih belum sepenuhnya hilang.
Pasar kini meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober naik menjadi sekitar 70%, meningkat dari sekitar 55% sehari sebelumnya. Kenaikan ekspektasi tersebut memberikan dukungan terhadap imbal hasil aset AS dan meningkatkan permintaan terhadap dolar.
Newsmaker melihat, dolar AS masih berada dalam tren positif selama pasar mempertahankan pandangan bahwa The Fed akan tetap hawkish. Namun, investor tetap memperhatikan perkembangan negosiasi AS–Iran karena ketidakpastian geopolitik yang menjaga harga minyak tetap tinggi dapat meningkatkan tekanan inflasi dan memengaruhi arah kebijakan moneter ke depan.(