
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Amerika Serikat melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (24/9) dengan indeks dolar (DXY) naik untuk hari keempat berturut-turut. DXY bergerak di sekitar level 101,20 pada sesi Eropa, didukung oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) masih berpotensi melanjutkan kenaikan suku bunga.
Penguatan dolar mendapat dorongan dari data ekonomi terbaru Amerika Serikat. Indeks S&P Global Flash PMI September menunjukkan sektor manufaktur AS meningkat lebih kuat dari perkiraan dengan mencapai level 52,0, menandakan aktivitas industri kembali memasuki fase ekspansi. Data tersebut membantu memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih cukup tangguh menghadapi kebijakan moneter ketat.
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed juga meningkat signifikan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober mencapai sekitar 69%, naik dari 55,4% sehari sebelumnya. Kenaikan ekspektasi tersebut membuat investor kembali meningkatkan permintaan terhadap aset dolar.
Selanjutnya, perhatian pasar beralih ke rilis data Initial Jobless Claims Amerika Serikat. Data tenaga kerja menjadi salah satu indikator penting bagi The Fed dalam menentukan apakah ekonomi masih terlalu kuat atau mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan akibat suku bunga tinggi.
Newsmaker melihat, dolar AS masih berada dalam momentum positif selama narasi hawkish The Fed tetap dominan. Jika data tenaga kerja AS kembali menunjukkan kondisi yang kuat, peluang kenaikan bunga tambahan dapat semakin meningkat dan memberikan dukungan bagi USD. Namun, jika klaim pengangguran meningkat signifikan, pasar dapat mulai mengurangi ekspektasi pengetatan dan memberi tekanan terhadap dolar.
Sumber: Newsmaker.id