
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Amerika Serikat menguat ke level tertinggi dalam dua bulan pada perdagangan Rabu (23/9) setelah pasar meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih akan melanjutkan kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi yang belum sepenuhnya mereda. Indeks dolar AS (Dollar Spot Index) naik 0,2% seiring meningkatnya taruhan pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat.
Pasar suku bunga jangka pendek kini memperhitungkan peluang sekitar 55% adanya kenaikan suku bunga tambahan pada Oktober setelah keputusan hawkish The Fed pekan lalu. Sejumlah pejabat bank sentral AS masih menilai tekanan inflasi perlu dikendalikan, sehingga kebijakan restriktif berpotensi bertahan lebih lama.
Penguatan dolar memberikan tekanan terhadap sejumlah mata uang utama. Euro melemah 0,3% dan bergerak di level terendah sejak akhir Juli akibat kombinasi ekspektasi The Fed yang hawkish, ketidakpastian politik domestik Eropa, serta kekhawatiran terhadap tekanan inflasi energi menjelang musim dingin.
Sementara itu, yen Jepang melemah 0,2% ke sekitar 157,58 per dolar AS. Investor tetap mewaspadai kemungkinan intervensi pemerintah Jepang setelah otoritas sebelumnya melakukan pengecekan pasar terkait pelemahan yen. Di sisi lain, dolar Australia (AUD) menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah setelah data PMI September menunjukkan sektor manufaktur Australia kembali masuk zona kontraksi.
Newsmaker melihat, dolar AS masih mendapatkan dukungan dari kombinasi kebijakan The Fed yang hawkish dan kekuatan ekonomi Amerika yang relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain. Namun, pasar tetap mencermati dua katalis besar berikutnya, yaitu perkembangan pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping serta data ekonomi AS yang dapat menentukan apakah ekspektasi kenaikan suku bunga Fed akan semakin kuat atau mulai berkurang.
Sumber: Newsmaker.id