
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Amerika Serikat kembali menguat ke level tertinggi dalam dua bulan pada perdagangan Rabu setelah pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve (The Fed) masih akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam waktu dekat. Indeks dolar AS (DXY) naik 0,24% ke level 100,79, didukung ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan serta komentar hawkish dari sejumlah pejabat The Fed.
Penguatan dolar terjadi setelah pasar valuta asing kembali menjadikan kebijakan The Fed sebagai faktor utama penggerak. Sejumlah pejabat bank sentral AS mengisyaratkan bahwa pengetatan tambahan masih diperlukan apabila inflasi belum turun secara berkelanjutan. Kondisi tersebut membuat investor meningkatkan permintaan terhadap dolar karena imbal hasil aset AS tetap menarik.
Pergerakan mata uang utama ikut tertekan terhadap dolar. Euro (EUR/USD) turun 0,25% ke sekitar 1,142, mencapai level terendah sejak akhir Juli. Sementara itu, poundsterling (GBP/USD) melemah 0,3% ke area 1,3305 seiring investor masih mencermati perbedaan arah kebijakan moneter antara AS dan negara lainnya.
Di sisi lain, pasar minyak tetap menjadi perhatian karena pergerakan harga energi dapat memengaruhi prospek inflasi global. Meskipun harga Brent mulai stabil di atas US$99 per barel setelah sebelumnya turun akibat harapan diplomasi Timur Tengah, pasar menilai level tersebut belum cukup untuk mengubah ekspektasi kebijakan The Fed secara signifikan.
Newsmaker melihat, dolar AS masih memiliki dukungan kuat selama narasi "higher for longer" The Fed tetap dominan. Namun, perkembangan konflik Timur Tengah, harga minyak, serta pertemuan Trump–Xi dapat menjadi faktor yang mengubah sentimen pasar. Untuk yen Jepang, USD/JPY berada di sekitar 157,8, dengan investor tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi pemerintah Jepang jika pelemahan yen berlanjut.
Sumber: Newsmaker.id