
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu (23/9), didukung ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga tambahan tahun ini. Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama bergerak naik sekitar 0,15% dan mendekati level tertinggi dalam lebih dari tujuh minggu.
Penguatan dolar terjadi setelah pelaku pasar semakin yakin terhadap peluang berlanjutnya kebijakan moneter ketat The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang hampir 90% bahwa bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga setidaknya satu kali sebelum akhir tahun.
Sentimen tersebut diperkuat oleh sejumlah pernyataan pejabat The Fed yang menyoroti risiko inflasi dari sisi permintaan maupun tekanan pasokan. Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem mengatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan masih diperlukan untuk menekan inflasi, sementara Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee memperingatkan kebijakan moneter dapat menjadi lebih agresif apabila permintaan ekonomi dinilai terlalu kuat.
Analis Brown Brothers Harriman (BBH) menilai pandangan hawkish dari pejabat The Fed saat ini maupun anggota yang akan memiliki hak suara di masa depan memperkuat persepsi pasar bahwa fase pengetatan moneter belum selesai. Kondisi tersebut menjaga keunggulan imbal hasil aset AS dibandingkan kawasan lain seperti Eropa, Inggris, dan Jepang, sehingga mendukung permintaan terhadap dolar.
Sementara itu, Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan kenaikan suku bunga terbaru akan membantu mengembalikan stabilitas harga, namun bank sentral masih akan melihat perkembangan ekonomi untuk menentukan apakah diperlukan langkah tambahan. Pasar kini menunggu sinyal berikutnya dari data ekonomi AS dan komentar pejabat The Fed terkait arah kebijakan ke depan. (asd)