
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Indeks saham Hong Kong kembali melemah pada perdagangan Kamis (24/9) setelah tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi global, penguatan dolar AS, dan rebound harga minyak membebani sentimen investor. Indeks Hang Seng turun 0,3% atau 81 poin ke level 24.752, memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut.
Tekanan utama datang dari pasar obligasi Amerika Serikat setelah imbal hasil Treasury 10 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 2007. Kenaikan imbal hasil tersebut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap biaya pendanaan global yang lebih tinggi, sehingga memberikan tekanan terhadap saham teknologi dan sektor pertumbuhan yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam hampir dua bulan juga menjadi faktor negatif bagi pasar Asia. Kondisi tersebut membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko, terutama di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat untuk mengendalikan inflasi.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Washington. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kedua negara sepakat memperpanjang gencatan dagang selama dua bulan hingga 10 Januari, memberikan sedikit dukungan terhadap harapan stabilitas hubungan ekonomi kedua negara.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak kembali menjadi perhatian setelah pemberitaan mengenai perkembangan negosiasi AS-Iran meningkatkan risiko inflasi global. Sejumlah saham besar Hong Kong mengalami tekanan, termasuk Tencent, Lenovo, dan Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), seiring investor melakukan penyesuaian posisi terhadap risiko suku bunga dan geopolitik. (asd)