
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan Kamis (24/9) setelah investor mengambil sikap hati-hati menjelang pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Indeks Hang Seng turun 72,99 poin atau 0,3% ke level 24.761,13, sementara Hang Seng China Enterprises Index melemah 7,80 poin menjadi 8.266,01.
Tekanan terhadap pasar muncul meskipun terdapat perkembangan positif dari hubungan dagang kedua negara. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Washington dan Beijing telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan dagang selama 11 bulan, namun investor masih menunggu hasil konkret dari pertemuan Trump–Xi terkait perdagangan dan kerja sama ekonomi.
Pelaku pasar mencermati apakah pertemuan kedua pemimpin dapat menghasilkan kemajuan lebih lanjut mengenai tarif, teknologi, investasi, serta hubungan perdagangan jangka panjang. Ketidakpastian terkait persaingan strategis AS–China masih menjadi faktor yang membuat investor berhati-hati terhadap aset berisiko.
Selain faktor AS–China, pergerakan saham juga dipengaruhi oleh perkembangan pasar energi. Harga minyak turun setelah investor kembali menilai risiko pasokan akibat konflik Iran. Brent crude melemah 0,8% ke US$102,27 per barel, sementara WTI turun 0,8% ke US$91,43 per barel. Namun, ketegangan Timur Tengah masih bertahan setelah Presiden Iran menegaskan tidak akan menyerah terhadap tekanan Amerika Serikat.
Newsmaker melihat, arah Hang Seng selanjutnya masih sangat bergantung pada hasil komunikasi Trump–Xi. Perpanjangan gencatan dagang dapat menjadi sentimen positif bagi saham China, terutama sektor teknologi dan manufaktur. Namun, jika isu tarif, teknologi, atau geopolitik kembali memanas, investor dapat kembali mencari aset aman seperti dolar AS dan emas.
Sumber: Newsmaker.id